Category: Fenomena Alam


perbandingan astoid 2012 D14 Nasa

Perbandingan massa Bumi dan Asteorid 2012 D14 hasil silmulasi NASA (NASA)

Walau sudah melesat meninggalkan langit bumi dengan kecepatan super kilat (28.000 km per jam), ada beberapa fakta seputar Asteroid khususnya 2012 DA14.

Maklum, di luar sana terdapat sekitar setengah juta benda langit yang mungkin tiba-tiba menyeruduk bumi. Siapa yang tahu? Kita baru saja terhenyak oleh peristiwa di Rusia.
Ketika seluruh masyarakat ruang angkasa menanti-nanti datangnya DA14, tiba tiba saja sebuah benda angkasa dengan ukuran diperkirakan seperempat DA14 menghantam Chelyabinsk, Rusia.
Sekarang mari kita telaah 10 fakta yang kami rangkum dari NASA berikut ini, mudah-mudahan berguna:

Baca lebih lanjut

asteroid

B0ngkahan batu ruang angkasa Asteroid 2012 DA14

Sebuah b0ngkahan batu ruang angkasa Asteroid 2012 DA14  melintasi langit Bumi pada Sabtu dini hari, 16 Februari 2013 tepatnya sekitar pukul 2.25 WIB. Asteroid sebesar setengah lapangan bola yang  diperkirakan beratnya sekitar   130.000 ton itu melesat cepat dengan kecepatan 28 ribu kilometer per jam, dengan titik terdekat bumi sekitar 27.500 kilometer.  Nun jauh di luar atmosfir, namun berada di bawah lintasan satelit geostasioner (36.000 km)  dimana berjalan ratusan satelit bumi di sana. dan membentuk lintasan kurva saat mencapai titik terdekat dengan Bumi. Baca lebih lanjut


Jakarta- Dua orang pakar geologi dari Rusia , Anatol Sbagovich dan Yuri Bagdanov bersama rekannya ilmuwan Amerika Serikat (AS), Rona Clint pernah meneliti tentang kerak bumi dan patahannya di dasar laut. Baca lebih lanjut

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Jakarta – Pada  Sabtu 5/5/ 2012  bulan terlihat lebih besar dan lebih terang dari biasanya, fenomena alam ini dapat terlihat dari benberapa negara, seperti slide show diatas ini . Bagi  yang berdomisili di Indonesia Supermoon kembali hadir pada Minggu (6/5/2012) setelah tahun lalu berlangsung pada 19 Maret 2011. Supermoon yang muncul saat Purnama terjadi bersamaan dengan perigee, kala Bulan berada di titik terdekat dari Bumi. Baca lebih lanjut

.                                                                                                                                                                                                                                                               Nasa/Bill Ingallis

Indahnya  Supermoon pada 19 Maret 2011 yang juga bisa dinikmati lagi Minggu (6/5) lusa, di dekat Lincoln Memorial, Washington DC.

Jakarta – Begitu banya rahasia alam yang belum mampu terkuak  oleh para ahli, dari mulai   Black Hole –sebuah lubang raksasa gelap di alam raya yang bisa membantai bintang, planet Zarmina  yang  mirip betul dengan bumi yang kita tempati .  hingga “partikel tuhan ”  yang sudah bertahun-tahun diburu para ahli. Selain keajaibanan alam raya yang hanya disaksikan menggunakan perangkat teknologi , banyak juga keajaiban alam yang bisa disaksikan dengan mata telanjang,   Seperti keajaiban alam bulan raksasa atau lebih dikenal dengan nama supermoon, fenomena ini  akan tersaji spektakuler di langit Indonesia Minggu (6/4) malam, sekitar pukul 10.30. Namun kala menikmati keindahannya, penduduk bumi harus tetap waspada karena meski belum terbukti secara ilmiah, fenomena supermoon sering dikaitkan dengan bencana alam. Bahkan tahun lalu, fenomena yang juga dikenal dengan ‘lunar perigee’ diduga menjadi pemicu gempa bumi 8,9 Skala Ritcher dan tsunami 13 kaki (sekitar 3,9 meter) yang menghantam Jepang. Baca lebih lanjut

Pada prinsipnya gempa itu tidak membunuh manusia. Yang “membunuh” itu adalah bangunan.

Sunda Megathrust, pertemuan dua lempeng raksasa (www.siaga.org)

Jakarta – Gempa berkekuatan sedang di kedalaman dangkal beberapa kali terjadi di Sulawesi, Sumatera, dan Jawa pasca Aceh diguncang gempa 8,3 skala richter (SR) di kedalaman 10 kilometer pada Rabu petang 11 April 2012.

Gempa-gempa sedang susulan itu antara lain terjadi di Luwu Timur (Sulawesi Selatan), Cianjur (Jawa Barat) dan Pandeglang (Banten). Rabu 12 April lalu, Cianjur diguncang gempa 5 SR pada kedalaman dangkal 10 kilometer. Gempa Pandeglang yang sempat terasa di Jakarta terjadi pada Minggu dini hari 15 April 2012, terjadi dengan kekuatan 6 SR di kedalaman 10 kilometer. Baca lebih lanjut

The hot gases in the tornadoes have speeds as high as 300,000 km per hour. Gas speeds of terrestrial tornadoes can reach 150 km per hour
dailymail.co.uk

London – Sebuah badai yang besarnya lima kali ukuran Bumi pecah di permukaan matahari. Badai berkecepatan 161 ribu km/jam ini juga mengeluarkan gas super panas. Seperti apa? Baca lebih lanjut

Gbr Ilstrs Google

Jakarta – Berdasarkan pengamatan yang dilakukan  Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) beberapa hari terakhir ini menunjukkan terjadinya badai matahari tidak berpengaruh signifikan di Tanah Air.

“Badai matahari yang terjadi kali ini tergolong kelas menengah tinggi. Tapi, pantauan LAPAN, tidak ada pengaruh signifikan di Indonesia,” kata Peneliti Utama Astronomi-Astrofisika LAPAN, Thomas Djamaluddin, saat dihubungi pada Jumat, 27 Januari 2012. Thomas menjelaskan sehebat apa pun badai matahari terjadi di lingkungan antariksa sampai lapisan ionosfer. Jadi  tidak akan langsung berpengaruh pada manusia. Baca lebih lanjut

Ilstr. Gmbr. Google

Pekanbaru: Titik api baru terus bermunculan di sebagian besar wilayah Provinsi Riau. Dari sebelumnya 22 titik, saat ini Satelit “National Oceanic and Atmospheric Administration” 18 milik Singapura mendeteksi sedikitnya ada 47 titik api.  Untuk   Sumatera  Satelit National Oceanic and Atmospheric Administration mendeteksi sedikitnya 91 titik api yang membakar sebagian besar daratan di Pulau Sumatra. Titik-titik api tersebut tersebar di berbagai wilayah provinsi yang ada di Pulau Sumatra. Demikian diungkapkan Analis Badan Metorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Sanya Gautami di Pekanbaru, Riau, Ahad (8/1). Baca lebih lanjut

Bagaimana Terjadinya Bulan Biru?

Foto terjadinya gerhana bulan yang diabadikan dari kawasan Pram banan, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis 16/6/2011 dini hari. Gerhana bulan yang terjadi mulai pukul 01.22 WIB dan diperkirakan terjadi selama 3 jam 20 menit tersebut mengalami gerhana bulan total sekitar 100 menit.

Baca lebih lanjut