Category: Sains



Kurang afdhal rasanya bila buka puasa Ramadhan tanpa dilengkapi dengan kurma. Buah merah kehitaman dengan bentuknya sederhana tapi rasanya manis khas ini sangat populer di bulan suci Ramadhan. Tak heran sebab Rasulullah memang menganjurkannya. “Jika salah seorang kalian berbuka puasa hendaklah ia berbuka dengan kurma karena di dalamnya terdapat berkah. Jika ia tidak menemukannya hendaklah ia berbuka dengan air,” (HR. Tirmidzi)

Tapi pernakah kita meneliti kaitan puasa dengan anjuran nabi untuk mengawali berbuka dengan kurma secara medis? Sudah banyak penelitian ilmiah dan medis terkait dengan kurma.

“Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (An-Nahl: 11) Baca lebih lanjut

Ternyata Air Bisa Mendengar

Dan Kami ciptakan dari air segala sesuatu yang hidup.” (Q.S. Al Anbiya:30). Dalam kitab-kitab tafsir klasik, ayat tadi diartikan bahwa tanpa air semua akan mati kehausan. Tetapi di Jepang, Dr. Masaru Em oto dari Universitas Yokohama dengan tekun melakukan penelitian tentang perilaku air.

Air murni dari mata air di Pulau Honshu didoakan secara agama Shinto, lalu didinginkan sampai -5oC di laboratorium, lantas difoto dengan mikroskop elektron dengan kamera kecepatan tinggi. Ternyata molekul air membentuk kristal segi enam yang indah. Percobaan diulangi dengan membacakan kata, “Arigato (terima kasih dalam bahasa Jepang)” di depan botol air tadi. Kristal kembali membentuk sangat indah. Lalu dicoba dengan menghadapkan tulisan huruf Jepang, “Arigato”. Kristal membentuk dengan keindahan yang sama. Selanjutnya ditunjukkan kata “setan”, kristal berbentuk buruk. Diputarkan musik Symphony Mozart, kristal muncul berbentuk bunga. Ketika musik heavy metal diperdengarkan, kristal hancur.

Ketika 500 orang berkonsentrasi memusatkan pesan “peace” di depan sebotol air, kristal air tadi mengembang bercabang-cabang dengan indahnya. Dan ketika dicoba dibacakan doa Islam, kristal bersegi enam dengan lima cabang daun muncul berkilauan. Subhanallah. Baca lebih lanjut

Arizona – Sebuah penelitian oleh Center for Strategic Communication di Arizona State University (ASU), Amerika Serikat berhasil mengungkap misi perjuangan Al Qaeda yang sesungguhnya. Hasil penelitian itu menunjukkan bahwa Al Qaeda tidak berniat menghancurkan peradaban Barat, melainkan hanya membela diri.

Daily Mail Online, Selasa (10/72012), memberitakan, studi itu menumbangkan anggapan Barat bahwa kelompok ekstremis seperti itu hanya berniat menegakkan kekuasaan Islam di mana-mana. Para peneliti menyimpulkan, tujuan kelompok ekstremis itu adalah mempertahankan diri dan keyakinan mereka.

Studi itu dilakukan dengan menganalisis 2.000 teks propaganda yang digunakan Al Qaeda dan kelompok ekstremis Islam lainnya dalam kurun waktu 1998 hingga 2011. Dari teks itu terlihat bahwa tujuan kelompok itu sebenarnya hanyalah pertahanan diri.

Arizona -Peneliti juga mengumpulkan lebih dari 1.500 katalog yang dikutip dari Alquran yang digunakan para ekstremis untuk menguatkan argumen mereka. Lalu, peneliti itu meneliti surat atau ayat dari kata-kata yang dikutip itu. Baca lebih lanjut