Category: Kristologi


pendeta-ilustrasiBanda Aceh – Seorang pendeta Hendri Budi Kusomo (30 bersama istrinya ditangkap Satpol PP dan   Wilayatul Hisbah (WH)  Aceh Barat dibantu TNI/POLRI. Keduanya disinyalir berupaya melakukan kristenisasi dan pendangkalan aqidah bagi kaum muslim. Mereka diciduk petugas sejak Rabu (4/9/2013) malam sekitar pukul 21.00 WIB. dikediamannya Desa Blang Pulo, Kecamatan Jaohan Pahlawan, Aceh Barat.

Menurut Kepala Satpol PP dan  WH Aceh Barat, HT  Samsuil Alam seperti dikutip Rakyataceh.com. Jumat, 6 /9/2013. Berawal ada  informasi dari warga. bahwa ada dua orang Muslim asal Aceh Barat yang diajak memeluk agama Nasrani. Beruntung proses pembaptisan belum sempat dilakukan, karena keburu ditangani oleh pihak polisi syariat islam.“Dia menjanjikan uang bagi dua orang kaum muslim Aceh Barat, jika ingin masuk agamanya. Uang dijanjikan senilai Rp12 juta. Semakian banyak dia rekrut, semakin banyak mendapat keuntungan,“ jelasnya. Baca lebih lanjut

timthumb_________________________________________________________________________________________________________________

FGBMFI (Full Gospel Business Men’s Fellowship International), Gabungan dari pengusaha–pengusaha Kristen yang banyak membantu pendanaan untuk misi kristenisasi di Indonesia termasuk perusahaan-perusahaan besar di Indonesia seperti Lippo Group, Ciputra, Intiland, Sumarecon, Sedayu Group dan dipimpim oleh James Riyadi (group Lippo).

_________________________________________________________________________________________________________________

Oleh: Ustadz Bernard Abdul Jabbar
Mantan Missionaris Kristen

Dari Sepanyol, Portugis hingga VOC

Riwayat kristenisasi di Indonesia serentang dengan datangnya penjahat kolonial, selama lebih dari tiga abad Indonesia dijajah oleh Spanyol, Portugis, Belanda dan Inggris. Status sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia sekaligus memiliki kekayaan alam yang melimpah menjadikan Indonesia menjadi ladang subur dan target penting bagi misionaris dan kolonialis, ibaratnya Indonesia adalah bunga desa yang banyak dipuja yang menjadi rebutan. Baca lebih lanjut

kristenisasipemurtadan

Semua orang telah mafhum, agama Kristen adalah agama misi. Tentang hal ini diterangkan dalam kitab Bibel. “Kata Yesus: Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridku doa baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus” (Matius 28:19)

Dalam kitab Bibel itu juga, orang-orang Kristen dihalalkan menempuh berbagai cara seperti menipu, pura-pura, berbohong dan lainnya agar tujuan misi tercapai. “Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak, dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih sayang karunia menjadi berlimpah-limpah” (Roma 5:20). Baca lebih lanjut

andaikan kristen tidak pakai kata Allah

Oleh: Dr. Adian Husaini

Bagaimana jika kaum Kristen di Indonesia tidak lagi menggunakan kata ‘Allah’ dalam Bibel dan ritual mereka, seperti diserukan sejumlah kelompok Kristen di Indonesia? Jawabnya: tidak apa-apa. Sebab, kaum Kristen Barat, yang menjadi sumber agama Kristen di Indonesia, juga tidak menggunakan kata ‘Allah’. Lagi pula, kata ‘Allah’ juga tidak dikenal dalam teks asal kitab kaum Kristen, yang berbahasa Ibrani dan Yunani kuno.

Juga, hingga kini, kaum Kristen pun terus berdebat tentang siapa nama Tuhan mereka yang sebenarnya.  Sebelumnya telah dipahami, bagaimana perdebatan seputar nama “YHWH”; apakah itu nama atau sebutan Tuhan. Sebagian Kristen mengklaim, YHWH adalah nama Tuhan, tetapi tidak diketahui dengan pasti bagaimana menyebutnya, sehingga lebih aman dibaca ‘Adonai’. Dalam Bibel bahasa Indonesia, YHWH diterjemahkan dengan ‘TUHAN’, dalam sebagian Bibel edidi bahasa Inggris diterjemahkan menjadi ‘the LORD’.  Dalam bahasa Arab, YHWH dialihbahasakan menjadi ‘al-Rabb’. Pandangan jenis ini dianut oleh Kristen mainstream yang diwakili oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). Baca lebih lanjut

baby-jesus

Jajak pendapat yang dilakukan beberapa hari terakhir dengan tema “Apakah Umat Kristen Benar-benar Percaya Natal”, menunjukkan 83 persen responden menjawab dengan yakin bahwa Yesus tidak lahir pada 25 Desember.

96 persen dari mereka yang disurvei menyatakan diri mereka sebagai orang Kristen. 82 persen dari mereka mengaku telah menjadi orang Kristen selama lebih dari 10 tahun, dan 79 persen menyatakan mereka telah membaca seluruh Alkitab setidaknya sekali seumur hidup.

60 persen dari responden itu merupakan wanita.

Survei atau jajak pendapat ini dilakukan oleh sebuah situs bernama King James Bible Online, yang mendorong pengunjung situs itu agar mau membaca Alkitab secara online. Menurut website itu, 65 persen pembacanya adalah warga Amerika Serikat (AS). Baca lebih lanjut

jesus

Oleh, Rachmat Morado Sugiarto, M.A.
Alumnus Universitas Mulay Islamil, Meknes, Maroko

Imam al-Ghazali adalah salah seorang ulama klasik yang berusaha keras mematahkan hujjah ketuhanan Yesus. Melalui bukunya yang berjudul al-Raddul Jamil li-Ilahiyati ‘Isa, al-Ghazali membantah ketuhanan Yesus dengan mengutip teks-teks Bibel. Buku ini menarik untuk dikaji karena diterbitkan oleh UNESCO dalam bahasa Arab. Baca lebih lanjut

free christmas

Oleh, Hj Irena Handono

Pakar Kristologi, Pendiri Irena Center

Kontroversi NATAL memang tidak pernah surut dibahas tiap tahun apalagi menjelang peringatannya 25 Desember. Berbagai tulisan mengupas tentang asal-asul peringatan ini berulang-ulang dimuat kembali untuk membentengi umat Islam agar tidak terseret dalam peringatan ini. Tapi bukannya peringatan ini menjadi surut, tapi tiap tahun peringatan ini justru makin meriah walau coreng dibalik peringatan ‘suci’ kelahiran tuhan ini terkuak. Baca lebih lanjut

Paus Benediktus XVI

Menurut pimpinan tertinggi umat Kristen Katolik sedunia Paus Benediktus XVI, seluruh penanggalan Kristen berdasarkan pada perhitungan yang salah. Dan tanggal kelahiran Yesus yang dipercayai selama ini juga keliru, katanya dalam buku yang baru diterbitkannya.

“Kesalahan” itu dilakukan oleh seorang rahib abad ke-6 Masehi bernama Dionysius Exiguus atau juga dikenal sebagai ‘Dennis the Small’, kata Paus Benediktus XVI dalam buku “Yesus of Nazareth: The Infancy Narratives” yang dirilis hari Rabu (21/11/2012).

“Perhitungan awal dari kalender kita –berdasarkan pada kelahiran Yesus– dibuat oleh Dionysius Exiguus, yang membuat kesalahan dalam perhitungannya sebanyak beberapa tahun,” tulis Paus, yang mencetak perdana bukunya sebanyak 1 juta eksemplar untuk dijual ke seluruh dunia.

“Tanggal lahir Yesus yang sebenarnya lebih awal beberapa tahun,” tulisnya di buku itu, sebagaimana dikutip The Telegraph. Baca lebih lanjut


Pesan ditulis dalam bahasa Koptik Mesir kuno

Sebuah dokumenter televisi tentang tulisan di potongan kertas papirus yang berkisah tentang istri Yesus ditunda penayangannya.

Temuan papirus itu mengundang kontroversi dari para ahli sejarah dan pemuka gereja yang sebagian besar meragukan keasliannya. Baca lebih lanjut

PERNAHKAH anda mendengar propaganda misionaris yang mengatakan : “Barang siapa percaya akan Yesus kristus, maka ia akan masuk surga ”

Yang dimaksud ialah, barang siapa mengakui Yesus mati disalib untuk menebus dosa manusia dan mengakui Yesus sebagai Tuhan maka ia akan masuk sorga, dan barang siapa mau dibaptis untuk menjadi pengikut Yesus maka ia akan terselamatkan dan akan masuk dalam kerajaan sorga.

Padahal Yesus sendiri, sama sekali tidak pernah disalib dan belum mati, baik dari dalil-dalil yang ada dalam Al-Qur’an maupun dalam Alkitab, dan Yesus juga sama sekali tidak pernah mengaku sebagai Tuhan, dia justru mengaku sebagai manusia utusan Allah SWT, dalil-dalil tersebut berpuluh-puluh jumlahnya baik dalam Al-Qur’an maupun dalam Alkitab.

Tetapi dalam pembahasan ini, kami tidak akan menyinggung tentang dogma-dogma tersebut, kami ingin mengkaji bahwa dalam Alkitab disebutkan pengikut Yesus yang akan masuk sorga hanyalah 144.000 orang saja, itupun hanya dari orang-orang Israel saja, selain dari orang-orang Israel tentu Yesus tidak mau bertanggung jawab. Ini menurut Alkitab.

Melihat angka hanya 144.000 yang akan masuk sorga dari pengikut Yesus tentu memberikan tanda tanya besar, bagaimana dengan orang-orang Kristen yang jumlahnya dua milyard lebih di dunia saat ini. Apakah mereka akan masuk sorga ? seperti keyakinan mereka ? Baca lebih lanjut