Category: Ibadat


Apa Itu Imsak..?

imsakiyah

Ilustrasi

Imsak hanya dikenal di Asia Tenggara (khususnya Indonesia). Kemungkinan yang membuat ajaran imsak ini berniat baik agar kita ada waktu untuk bersiap diri melaksanakan sholat dan mempersiapkan waktu terbitnya fajar.

Namun Islam yang diajarkan Rasulullah SAW sudah sempurna sehingga tidak perlu ditambah atau dikurangi. Akibatnya pada hari ini banyak umat menganggap batas akhir makan sahur adalah imsak sehingga menghilangkan ajaran Rasulullah SAW yang sesungguhnya. Baca lebih lanjut

QURBAN merupakan salah satu ibadah bagi mereka yang mampu. Namun, sama seperti ibadah-ibadah lainnya dalam Islam, qurban pun mempunyai ketentuannya sendiri. Berikut di antaranya:

Hewan Ternak

Ditegaskan oleh Ibnu Qayim, bahwa tidak pernah diriwayatkan dari Rasulullah atau pun sahabat untuk penyembelihan Qurban/qurban, haji, aqiqah/akikah, kecuali dari hewan ternak. Jadi tidak sah berQurban dengan 100 ekor ayam, bebek, dsb. Tidak ada perbedaan antara sapi dengan kerbau, karena hakikatnya sama.

Telah Memenuhi Umur

Umur hewan ternak yang boleh dijadikan hewan qurban/Qurban seperti berikut ini.:

– Unta minimal berumur 5 tahun dan telah masuk tahun ke 6

– Sapi minimal berumur 2 tahun dan telah masuk tahun ke 3

– Kambing jenis Domba atau Biri-biri diperbolehkan umur minimal 6 bulan bagi yang sulit mendapatkan yang umur 1 tahun. Sedangkan bagi kambing biasa (bukan jenis Domba/Biri-biri, misalkan Kambing Jawa), maka minimal umur 1 tahun dan gtelah masuk tahun ke 2. Baca lebih lanjut

Rumus Matematika Sedekah

SIAPA yang menginkan 10, infaqkan saja 1. Siapa menginfaqkan 1, ia akan dapat 10. Jika Anda punya uang 1 juta dan ingin mendapatkan uang dua juta, cukup Anda infaqkan 200 ribu, namun jika Anda menginginkan yang 10 juta, infaqkan saja semuanya yang satu juta.

Jika perusahaan menginginkan keuntungan hingga seratus maka Anda mesti menginfaqkan sebesar sepuluh juta, atau jika perusahaan Anda keuntungannya bersih 1 milyar menginginkan penambahan keuntungan hingga 2 milyar, perusahaan Anda mesti keluarkan infaq 200 juta.

Jika Anda sakit, dan sang dokter memberikan rincian biaya yang mesti dikeluarkan selama 1 bulan perawatan adalah 100 juta, maka untuk mempercepat kesembuhan infaqkan saja 10 juta.

Segera buktikan ayat-ayat Allah bahwa itu akan tergantikan 10 kali lipat bahkan bisa lebih dari 700 kali lipat, Anda mesti yakin. Berbagilah kepada sesama, kepada orang-orang yang di sekitar Anda yang lebih membutuhkan dan tunggulah keajaiban itu tidaklah lagi akan datang.
Baca lebih lanjut

Masalah ini termasuk di antara kajian yang banyak menjadi tema pembahasan di beberapa kalangan dan kelompok yang memiliki semangat dalam dunia Islam. Tak heran, jika kemudian pembahasan ini meninggalkan perbedaan pendapat.

Sebagian melarang pembayaran zakat menggunakan uang secara mutlak, sebagian membolehkan dengan bersyarat, dan sebagian membolehkan tanpa syarat. Yang menjadi masalah adalah sikap yang dilakukan orang awam. Umumnya pemilihan pendapat yang paling kuat menurut mereka, lebih banyak didasari logika sederhana dan jauh dari ketundukan terhadap dalil. Jauhnya seseorang dari ilmu agama menyebabkan dirinya begitu mudah mengambil keputusan dalam peribadatan yang mereka lakukan. Seringnya orang terjerumus ke dalam qiyas (analogi) padahal sudah ada dalil yang tegas.

Tulisan ini bukanlah dalam rangka menghakimi dan memberi kata putus untuk perselisihan pendapat tersebut. Namun, tulisan ini tidak lebih dari sebatas bentuk upaya untuk mewujudkan kecemburuan terhadap sunnah Nabi dan dalam rangka menerapkan firman Allah, yang artinya:

“Jika kalian berselisih pendapat dalam masalah apapun maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul, jika kalian adalah orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir.” (Qs. An Nisa’: 59)

Allah menegaskan bahwa siapa saja yang mengaku beriman kepada Allah dan hari kiamat maka setiap ada masalah dia wajib mengembalikan permasalahan tersebut kepada Al Qur’an dan As Sunnah. Siapa yang tidak bersikap demikian berarti ada masalah terhadap imannya kepada Allah dan hari akhir. Baca lebih lanjut

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

عَنْ عَائِشَةَ ، أَنَّهَا قَالَتْ : يَا رَسُولَ اللهِ ، أَرَأَيْتَ إِنْ وَافَقْتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ مَا أَدْعُو ؟ قَالَ : تَقُولِينَ : اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي.

“Dari Aisyah radhiyallahu’anha, bahwasannya beliau berkata: Ya Rasulullah, do’a apakah yang harus aku baca jika aku mendapati lailatul qadr? Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: Engkau mengucapkan,

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

“Allahumma innaka ‘Afuwwun tuhibbul’afwa fa’fu anniy.”

“Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku”.”

[HR. Ahmad (6/170, 182, 183, 208), At-Tirmidzi (3513), An-Nasai dalam Amalul Yaum wal Lailah (872-875) Ibnu Majah (3850), Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman (3/338-339), dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dan Asy-Syaikh Syu’aib Al-Arnauth] Baca lebih lanjut

Bulan Ramadhan selalu disambut umat Muslim dengan gembira. Berbagai kegiatan dan bentuk perayaan disuguhkan untuk menyemarakkan bulan suci ini. Namun sayangnya, perayaan dan kegembiraan yang ditampilkan umat muslim umumnya hanya secara lahiriah dan formalitas saja. Tidak banyak umat muslim yang benar-benar mendapat faidah dan keberkahan dari bulan yang penuh rahmat dan ampunan ini.

Seperti hadis Rasulullah saw, “Berapa banyak orang yang berpuasa (tapi) tak memperoleh apa-apa dari puasanya selain rasa lapar dan dahaga belaka”. (HR Ibnu Majah & Nasa’i)

Kenapa ini bisa terjadi? Sebab kebanyakan kaum muslimin tidak berbeda dalam kehidupannya ketika menjalaninya di dalam bulan Ramadan dengan di luar bulan Ramadan, kecuali hanya perubahan jadwal makan. Banyak kekeliruan yang dilakukan umat muslim di bulan puasa. Apa saja kekeliruan itu? Baca lebih lanjut

Tarawih merupakan shalat malam (qiyamul lail) di bulan Ramadhan. Tarawih berasal dari kata raahah yang berarti bersantai setelah empat rakaat.

Artinya shalat ini dapat dikerjakan tidak sekaligus dalam satu rangkaian, namun dapat disela-sela dengan kegiatan lain di luar shalat setelah menyelesaikan empat rakaat, empat rakaat.

Rasulullah SAW tercatat tiga kali melakukan shalat tarawih di masjid yang diikuti oleh para sahabat pada waktu lewat tengah malam. Khawatir shalat tarawih diwajibkan karena makin banyaknya sahabat yang turut berjamaah, pada malam ketiga Rasulullah SAW lalu menarik diri dari shalat tarawih berjamaah dan melakukannya sendiri di rumah.

Pada saat selesai shalat Subuh beberapa hari kemudian beliau menyampaikan konfirmasi, “Sesungguhnya aku tidak khawatir atas yang kalian lakukan pada malam-malam lalu, aku hanya takut jika kegiatan itu (tarawih) diwajibkan yang menyebabkan kalian tidak mampu melakukannya.” (HR. Bukhari). Baca lebih lanjut

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada baginda Rasulillah, keluarga dan para sahabatnya.

Saat berbuka puasa merupakan saat yang membahagiakan bagi shaimin. Karena saat itu kesempatan mereka untuk menghilangkan haus dan dahaga. Namun, di tengah kesenangan itu janganlah lupa akan tuntunan dalam menyantap hidangan berbuka, yaitu dzikir atau doa.

Saat akan menyantap hidangan berbuka hendaknya membaca basmalah (bismillah):

بِسْمِ اللَّهِ

Bismillaah

“Dengan menyebut nama Allah”

Dzikir di atas didasarkan pada hadits Umar bin Abi Salamah yang berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda kepadanya:

يَا غُلَامُ سَمِّ اللَّهَ وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ

Wahai anakku, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang berada di dekatmu.” (HR Bukhari no. 4957 dan Muslim no. 3767 dari Maktabah Syamilah) Baca lebih lanjut

Alhamdulillahi hasiba man tawakkala ‘alaihi wa kaafiya man laja’a ilaihi wahuwani’mal maula wani’man nasiir faman tawallaahu vastanshoro bihi watawakkala ‘alaihiwan-qoto’a bikulliyyatihi ilaihi tawallaahu wakhafidzohu waharosahu. Asyhadu anlaailaha illallah wahdahu laa syarika lahu syahadata ahlil ‘ilmi waulil albaabi, Waasyhadu anna muhammadan ‘abduhu warasuuluhu al-haadi ila thoriqish showaabi.Wash sholaatu wassalaamu ‘ala nabiyyihil amiini muhammadin wa’ala aalihiwasohbihi ajma’in waman saaro ala nahjatihim waqtada bihadyihim ilaa yaumiddhini.Amma ba’du, fayaa ‘ibadallaahi iitaqullaaha Wa’tashirnuu billahi huwa maulaakumfani’mal maula wani’man nashiiru. Qoolallaahu ta’ala, wain tawallau fa’lamuuannallaaha maulaakum ni’mal maula wani’man nasiiru.

Baca lebih lanjut

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz, Lc

 

Doa adalah jalan keselamatan, tangga pengantar, sesuatu yang dituntut oleh orang-orang yang berpengetahuan, kendaraan orang-orang shalih, tempat berlindung bagi kaum yang terzalimi dan tertindas. Melalui doa, nikmat diturunkan dan melaluinya pula murka Allah dihindarkan. Alangkah besar kebutuhan para hamba Allah akan doa. Seorang muslim tidak akan pernah bisa lepas dari kebutuhannya terhadap doa dalam setiap situasi dan kondisinya.

Doa adalah obat yang paling mujarab, ia ibarat musuh bagi penyakit, ia senantiasa melawan, menghilangkan atau meringankannya. Begitulah kedudukan doa, seyogyanya bagi seorang muslim untuk mengetahui keutamaan-keutamaan dan adab-adab doa, kita memohon kepada Allah agar menerima doa dan amal sholeh kita. Baca lebih lanjut