terkorup

Jakarta- Berdasarkan survei Global Corruption Barometer (GBC) 2013 oleh Transparency International (TI). seperti dilansir . Kompas.com ,  Selasa 9 /9/2013;. Kepolisian menempati peringkat pertama sebagai lembaga yang dianggap paling korupsi oleh masyarakat di beberapa negara wilayah Asia Tenggara, disusul  parlemen.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Adnan Pandu Praja  juga menyatakan, Polri dan DPR adalah institusi negara yang paling korup. Maka tak sedikit polisi aktif dan anggota DPR yang masuk penjara gara-gara kasus korupsi, seperti dilansir Vivanews  Senin, 16 September 2013.

“Di Indonesia, polisi paling korup. Di ASEAN, polisi juga. Saya sudah bicara soal ini di forum Kompolnas (Komisi Kepolisian Nasional). Kedua terkorup, parlemen,” kata Adnan di Gedung KPU, Jakarta, Senin 16 September 2013.

Sejauh ini sudah ada petinggi Polri yang menjalani proses hukum terkait korupsi, salah satunya mantan Kepala Korps Lalu Lintas Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Djoko Susilo. Sementara untuk anggota DPR yang diproses hukum, lebih banyak lagi, ada puluhan orang.

“Yang paling banyak ‘disekolahkan’ anggota parlemen, ada 65 anggota. Padahal mereka pintar-pintar, wakil rakyat,” ujar Adnan.

Ia menyindir parlemen di Indonesia sangat kreatif dibanding negara-negara lainnya, sebab DPR di Indonesia parlemen begitu korupnya. “Di lingkup ASEAN, parlemen kita paling canggih korupsinya. Di negara lain tidak seperti ini. Di sini uniknya,” kata Adnan.

Mantan anggota Kompolnas itu mencatat, selama 10 tahun KPK sudah melimpahkan 300 lebih kasus korupsi ke pengadilan. Dari jumlah itu, KPK tidak pernah kalah. Lembaga pemberantasan korupsi itu selalu menang di pengadilan.