provostditembakBripka Sukardi  tewas tergeletak  di samping sepeda motornya bernomor

polisi B 6671 TXL setelah ditembak orang tak dikenal. (Foto detiknews)

=======================================================

Jakarta – Bripka Sukardi, anggota Provos Sat Pol Air Baharkam Polri menghembuskan nafas terakhirnya di depan Gedung KPK. Sukardi rebah ke aspal, dengan motor Honda Supra menimpa tubuhnya. 4 Peluru bersarang di tubuh ayah 3 anak ini.

“Ya seperti direncanakan,” kata Wakapolri Komjen Oegroseno saat ditemui di lokasi penembakan, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu (11/9/2013) dini hari.

Sukardi tengah mengawal 6 truk tronton bermuatan elevator part dari Priok menuju Tower Setia Budi di Kuningan. Pada Selasa (10/9) malam, 4 pelaku penembakan diduga dengan 3 motor menyanggong korban di depan Gedung KPK.

Berikut kronologi penembakan Bripka Sukardi:

Selasa (10/9)

Sore sekitar pukul 17.00 WIB

Sukardi mengawal 6 truk dari Tanjung Priok. Sukardi, berpakaian lengkap polisi, dengan pistol di pinggang. Dia menaiki Honda Supra bernopol B6671 TXL, dia juga membawa tongkat lampu yang biasa dipakai polisi lalu lintas.

– Pukul 22.35 WIB

Belum diketahui rute mana yang ditempuh dari Priok hingga sampai di depan KPK. Pastinya truk bergerak dari arah Menteng menuju Mampang. Truk bergerak perlahan dari di sebelah kiri.

Saksi Nono, sopir truk yang berjalan paling depan melihat dua pemotor memepet Sukardi. Tak lama, dia mendengar letusan. Sukardi rebah ke aspal.

Kesaksian lain, ada satu pemotor lainnya yang mendekat dan kemudian Sukardi jatuh. 2 Pemotor yang bergerak lebih dahulu, menunggu di depan.

– Pukul 22.40 WIB

Pelaku yang berhenti di depan Gedung KPK, turun dari motor. Berjaket merah dan memakai helm, pelaku turun. Dari gambar yang dilihat detikcom, pelaku seperti mengeluarkan pistol dan meletuskannya ke arah Sukardi yang masih tergeletak. Diduga tembakan itu untuk memastikan Sukardi tewas.

Tak lama, pelaku kemudian mengambil pistol milik Sukardi. Pelaku dengan tenang berjalan kembali ke motornya. Para pelaku yang diduga berjumlah 4 orang melesat ke arah Mampang.

– Pukul 22.50 WIB

Warga, pengendara, berkerumun di lokasi. Mereka mencoba memberi pertolongan, tapi Sukardi sudah tak bernyawa. Tak lama, datang petugas patroli polisi melakukan pengamanan.

– Pukul 23.00 WIB

Puluhan petugas kepolisian sudah berkumpul di lokasi. Mereka melakukan pengamanan dan memasang garis polisi. Ada 3 selongsong peluru yang ditemukan di pinggir jalan. 11 Saksi sopir dan kru truk tronton dibawa ke Polda Metro Jaya untuk diperiksa. Para saksi ini terlihat shock.

– Pukul 23.45 WIB – 01.00 WIB

Pejabat kepolisin mulai berdatangan ke lokasi, antara lain Wakapolri Komjen Pol Oegroseno. Jasad almarhum sebelumnya sudah dibawa ke RS Polri untuk diotopsi. (detik)