pendeta-ilustrasiBanda Aceh – Seorang pendeta Hendri Budi Kusomo (30 bersama istrinya ditangkap Satpol PP dan   Wilayatul Hisbah (WH)  Aceh Barat dibantu TNI/POLRI. Keduanya disinyalir berupaya melakukan kristenisasi dan pendangkalan aqidah bagi kaum muslim. Mereka diciduk petugas sejak Rabu (4/9/2013) malam sekitar pukul 21.00 WIB. dikediamannya Desa Blang Pulo, Kecamatan Jaohan Pahlawan, Aceh Barat.

Menurut Kepala Satpol PP dan  WH Aceh Barat, HT  Samsuil Alam seperti dikutip Rakyataceh.com. Jumat, 6 /9/2013. Berawal ada  informasi dari warga. bahwa ada dua orang Muslim asal Aceh Barat yang diajak memeluk agama Nasrani. Beruntung proses pembaptisan belum sempat dilakukan, karena keburu ditangani oleh pihak polisi syariat islam.“Dia menjanjikan uang bagi dua orang kaum muslim Aceh Barat, jika ingin masuk agamanya. Uang dijanjikan senilai Rp12 juta. Semakian banyak dia rekrut, semakin banyak mendapat keuntungan,“ jelasnya.

Menurut  Kepala Satpol PP dan WH Aceh Barat, HT Samsul Alam seperti dikutip dari Rakyataceh.com.  Jumat, 6 September 2013 . Berawal ada  informasi dari warga. bahwa ada dua orang Muslim asal Aceh Barat yang diajak memeluk agama Nasrani. Beruntung proses pembaptisan belum sempat dilakukan, karena keburu ditangani oleh pihak polisi syariat islam.“Dia menjanjikan uang bagi dua orang kaum muslim Aceh Barat, jika ingin masuk agamanya. Uang dijanjikan senilai Rp12 juta. Semakian banyak dia rekrut, semakin banyak mendapat keuntungan,“ jelasnya.

Hendri Budi Kusomo alias Hendri Budiman merupakan warga pendatang dari Riau, diduga sebagai tersangka pelaku pendangkalan aqidah tersebut.

Seperti dikutip dar  SHNews.com Sabtu, 07 September 2013 – Kepala Bimbingan Masyarakat Katolik Kantor Wilayah Departeman Agama Provinsi Aceh, Baron Ferryson Pandiangan, Jumat (6/9), membenarkan penangkapan terhadap lima orang  di Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat. Salah satunya yang ditangkap adalah Hendri Budi Kusomo yang diketahui pendeta dari Gereja Misi Injil Indonesia (GMII).

Kepala Satpol PP dan WH Aceh Barat, HT Samsul Alam menengatakan, Saat penangkapan tersebut ada dua orang Muslim Aceh Barat yang ikut, namun belum sempat di dibaptis. “Dia menjanjikan uang untuk kedua muslim Aceh Barat tadi dengan uang Rp12 juta, semakin banyak dia rekrut semakin banyak mendapatkan uang,“ katanya.
Hasil penyelidikan petugas syariat islam, Samsul Alam menuturkan, Hendri dan istrinya melakukan kristenisasi terhadap muslim yang ada di Aceh Barat dengan imingan uang puluhan juta rupiah bagi calon korbannya. ” Wilayah tanggungjawab  Hendri melingkupi 3 Kabupaten yakni Kabupaten Aceh Barat, Nagan Raya, dan Kabupaten Aceh Jaya. Sistem melakukan kristenisasi dengan cara menyebarkan agen untuk merayu warga muslim beralih agama” ungkap Samsul.

Ia menambahkan, ada sekitar 70 orang yang sudah mau dibaptis dan resmi memeluk agama Kristen, rencananya minggu depan meraka akan dibaptis di Medan, setelah dibaptis mereka akan diberikan uang puluhan juta rupiah.

“Beruntung kita cepat menggagalkannya sebelum warga muslim itu dibaptis,” ujarnya. Menurut Samsul, Hendri memiliki jaringan kuat dan telah berhasil merekrut 70 warga Muslim Aceh dari Nagan Raya dan Aceh Barat.

Menurutnya, kasus pendangkalan akidah dan misi misionaris ini sedang didalami, sebab dari keterangan sudah 12 orang yang menjadi korban.

Namun orang-orang yang duga korban misi misionaris itu masih dilacak, dan yang sudah diamankan sebanyak 2 orang yang saat ini masih diperiksa. Selain 2 orang ini, 5 orang nonmuslim diduga sebagai pelaku juga dilakukan pemeriksaan dan sejauh ini masih diamankan

Menurut Samsul Alam, orang yang sudah mempunyai agama dipindah agama lain, dalam islam itu jelas pemurdatan. Informasi yang dihimpun, Satpol PP dan WH Aceh Barat berhasil mengamankan barang bukti berupa kitab-kitab yang digunakan umat non-muslim.