Suriah-dokumen-israel

Solo – Seorang  jurnalis dituntut untuk melakukan investigasi mendalam demi mengungkap suatu kasus. Maka, Tim Media Forum Indonesia Peduli Syam (FIPS) dan Jurnalis Islam Bersatu (JITU) melakukan liputan langsung ke Suriah selama dua pekan, belum lama ini.

Salah satu yang diperoleh saat di Suriah, ditemukan dokumen resmi hubungan mesra antara Suriah dan Zionis. Dokumen tersebut menunjukkan kerjasama antara militer Basyar Asad dengan “Israel”.

“Dokumen ini didapatkan langsung Tim Media FIPS dan JITU dari markas militer Suriah di mana pasukan Basyar diinstruksikan untuk menjaga dataran tinggi Golan di Israel,” kata Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi dalam bedah buku ‘Zionis dan Syiah Bersatu Hantam Islam’ di Solo, pekan lalu.

Sekjen JITU ini juga mengungkapkan selama tim jurnalis Islam bertemu dengan para Mujahidin dan ulama Suriah, mereka membenarkan adanya kerjasama antara kedua belah pihak untuk menghabisi umat Islam di Suriah.

“Sebab jika Suriah sampai dikuasai Mujahidin, maka kiamat bagi ‘Israel’. Sangat logis karena ‘Israel’ kian dikepung oleh kekuatan umat Islam,” terangnya dalam bedah buku yang dihadiri lebih 2000 jamaah di Masjid Baitul Makmur, Solo Baru.

Pizaro kemudian menunjukkan bukti lain terkait kerjasama antara petinggi Syiah dengan “Israel” sejak zaman Hafez Asad berkuasa. Bukti tersebut adalah pengakuan Khalil Musthafa dalam bukunya Suquthul Jaulan (Jatuhnya Golan ke Tangan Israel). Khalil Musthafa adalah Intelijen Suriah di Qunaithirah dalam perang Arab-“Israel”.

“Khalil Musthfa kemudian membelot dan menulis kelicikan Hafez Asad yang menjual Dataran Tinggi Golan kepada ‘Israel’ dalam buku ini,” sambung Pizaro.

Maka, Pizaro menyerukan kepada umat Islam jangan mudah termakan propaganda palsu dari kalangan Syiah. Sering kali Syiah mengklaim sebagai pihak terdepan dalam melawan “Israel”. “Padahal mereka justru kerjasama secara diam-diam sebagaimana terjadi di Irak,” tukasnya.

Pizaro juga menyayangkan lontaran dari kalangan tertentu yang dengan mudahnya menuding Mujahidin Suriah dibiayai “Israel” dan Amerika untuk menjatuhkan Asad. “Saya sudah lihat pemaparannya, ternyata analisanya lemah sekali. Hanya berdasarkan postingan foto di internet,” tegasnya.[salam online]