menolak-kontes-miss-world

Jakarta – Sayang sungguh sayang apa yang dilakukan pemimpin negeri ini tidak peduli dengan umat Islam yang mayoritas di Indonesia bahkan terbesar di dunia dengan mengijinkan pagelaran  Miss World di negeri ini yang menjunjung tinggi harkat dan martabat kaum perempuan. Ini merupakan contoh yang kurang baik bagi generasi penerus bangsa.

Jauh jauh hari hingga saat ini rencana penyelenggaraan Miss World 2013 yang digelar di Indonesia banyak menuai penolakan dari berbagai ormas Islam seperti MUI, FPI , HTI dan berbagai gabungan ormas islam lainnya. seperti LPOI (Lembaga persahabatan ormas Islam), MOI (Majlis Ormas Islam ), FUI ( Forum Umat Islam ) dll. Namun entah kenapa sampai saat ini pihak penguasa maupun  pihak penyelenggara seakan  tidak mendengar aspirasi umat Islam Indonesia ini.

Seperti banyak diberitakan,  upacara pembukaan Miss World 2013 akan digelar di Nusa Dua, Bali, 7 September 2013. Beragam kegiatan kompetisi dalam ajang Miss World ini akan digelar hingga Malam Puncak Pemilihan Miss World 2013 di Sentul International Convention Center, Jawa Barat, 28 September 2013.

Apa alasan  ormas  Islam di Indonesia menolak Miss Wordl di gelar di Indonesia ??? Sebagaimana  di lansir dari change.org. Mempetisikan Penyelenggara Miss Word di Indonesia,  yang berjudul Indonesia Tolak Miss World.  i
Pertama, karena Miss World adalah peradaban dan budaya asing (Barat) yang sekuler dan liberal. Ini jelas tidak sesuai dg budaya lokal dan nilai-nilai Pancasila terutama sila pertama. Peradaban Barat memang bukan menolak agama dan menolak kebaradaan Tuhan, tetapi, tidak memberi peran yang penting kepada Tuhan dan agama dalam sistem berpikir mereka. Itu yang dikatakan Muhammad Asad dalam bukunya “Islam at The Crossroads”: “Western Civilization does not strictly deny God, but has simply no room and no use for Him in its present intellectual system.” (Muhammad Asad, Islam at The Crossroads, (Kuala Lumpur: The Other Press).

Logika berpikir “membuang Tuhan” itulah yang kita jumpai pada logika kontes Miss World. Jangan bicara Tuhan di sini! Jangan bicara moral! Yang ada adalah nilai seni, hiburan, devisa, popularitas, dan keuntungan materi. Ketika “Tuhan” sudah dibuang, maka manusia merasa berhak menentukan mana yang baik dan mana yang buruk. Padahal, ketika itu, manusia pada hakekatnya sedang menjadikan ‘hawa nafsunya’ sebagai Tuhannya. (QS 45:23)

Kedua. Karena tidak sesuai dengan nilai Pancasila sila ke-2, Kemanusiaan yang adil dan beradab. Terlebih masalah adab. sangat tidak baik untuk pendidikan moral anak bangsa. Inikah yang akan diberikan kepada para anak didik, untuk memperbaiki moral yang semakin merosot? atau acara ini adalah pembuktian bahwa bangsa Indonesia telah dengan suka rela dijajah moralnya utk tidak diper’adab’kan, yakni dengan aktivitas pola fikir sekuler-liberal.