pistol

Tangerang : Jaksa dari Kejaksaan Negeri Tigaraksa Tangerang, Marcos Panjaitan yang mengancam dengan menodongkan senjata api terhadap karyawan pom bensin di Mekar Jaya,Serpong, menurut komisi III DPR  sebaiknya di copot  dari jabatannya  seperti dilansir  Liputan 6 .

Selain itu, anggota Komisi III lainnya, Eva Kusuma Sundari juga menyayangkan sikap Jaksa Marcos Panjaitan  yang menodongkan senjatanya. Sebagai orang yang paham hukum, tidak seharusnya Marcos Panjaitan  melakukan tindakan koboinya itu.

“Siapapun harus diproses tidak peduli jaksa atau siapa. Anaknya Pak Hatta saja dihukum,” terang Eva.

Eva menegaskan, agar tidak ada konflik kepentingan karena dia seorang jaksa, “Semua harus diproses sesuai hukum,” katanya.

Menurut informasi yang dikumpulkan polisi, berawal dari Jaksa Marcos Panjaitan  yang  salah memposisikan mobilnya saat akan mengisi bahan bakar. Petugas SPBU yang bernama Priyatna  menyarankan kepada istri  Marcos agar  mengubah posisi mobilnya yang salah.. Priyatna menyuruhnya untuk memutar balik terlebih dahulu. Namun, istri Marcos tidak terima dan memarahi korban.  Marcos Panjaitan langsung menghampiri korban dan berdebat.

“Namun, tidak ditanggapi dengan baik. Akhirnya cekcok,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa 3 September 2013.

Rikwanto menjelaskan, cekcok tersebut berusaha diselesaikan di kantor SPBU 3415317. “Saat itulah terlapor Marcos Panjaitan keluarkan senjata,” ungkapnya.

Senjata tersebut, lanjut Rikwanto, hanya ditaruh di atas meja. Bukan diarahkan pada petugas SPBU. “Tidak ditodongkan,” tutur Rikwanto menjelaskan peristiwa yang terjadi pada Senin, 2 September 2013 sekitar pukul 14.00 WIB.

Kejadian penodongan itu terjadi pada Senin 2 September pukul 14.00 WIB di SPBU 34-15317 Kelurahan Mekar Jaya, Serpong, Tangsel. Kasus ini dilaporkan ke Polsek Serpong dengan nomor laporan 3273/K/IX/2013/SEK.SRP. Jaksa MP diadukan dengan pasal perbuatan tidak menyenangkan.

Setelah ditelusuri, aksi ancam mengancam jaksa Marcos  Panjaitan ini bukan kali pertama saja. Dia juga pernah menodongkan senjata di pom bensin yang sama setahun lalu. Pemicunya gara-gara sang istri merasa tidak didahulukan saat mengisi bensin.

seperti dilansir detik.com Rabu (4/9/2013. Sekitar setahun yang lalu, Jaksa Marcos Panjaitan  juga sempat menodongkan senjata kepada salah satu pegawai SPBU 34-15317 yang sama di Kelurahan Mekar Jaya, Serpong. Penyebabnya dikarenakan istrinya merasa tidak didahulukan saat mengisi bensin.

Salah seorang pegawai SPBU mengatakan bahwa saat itu SPBU sedang dalam keadaan penuh oleh kendaraan.

“Tepat di depan istrinya masih ada mobil isi bahan bakar,” kata pegawai SPBU yang enggan disebut namanya ).

“Tunggu bentar, kita lagi isi bensin full,” imbuhnya sambil menirukan ucapan pegawai yang bertugas saat itu.

Namun karena tidak sabaran, istri Jaksa MP sempat memberi klakson kepada petugas SBPU dengan maksud segera didahulukan untuk mengisi bensin.

“Setelah kejadian itu, tiga sampai empat hari kemudian suaminya datang dengan marah-marah,” ucapnya.

Marcos Panjaitan  saat itu juga datang dengan membawa senjata. Ia mencari petugas SPBU yang melayani istrinya saat mengisi bensin. “Kebetulan saat itu istrinya menghapal nama pegawai SPBU dengan melihat papan namanya,” jelasnya.

Kejadian penodongan kedua terjadi pada Senin 2 September pukul 14.00 WIB. Semua berawal ketika istri jaksa MP hendak masuk ke pom bensin, namun masuk melalui pintu yang salah. Setelah ditegur, istri tersebut malah marah-marah dan mengadu pada suaminya.

Singkat cerita, sang suami datang dan mencari karyawan sambil mengajak berkelahi. Dia juga mengeluarkan senjata api hingga membuat seorang pengawas SPBU pingsan.

Kasus ini ditangani oleh Polsek Serpong.

Silakan Baca juga Jaksa Marcos Panjaitan menodongkan pistol ke pengendara  Sepeda Motor di Medan.  DNA Berita.com .

Apakah Marcus Panjaitan ini oknum jaksa yang sama dengan Marcus yang menodongkan pistol di pom bensin..?

dari Berbagai Sumber