cameron-dan-obama-di-gedung-putihPM Inggris David Cameron dan Presiden Obama di Gedung Putih (Photp : Reuters)

Entah punya nyali  atau tidak AS yang biasanya main keroyokan  sekarang harus maju sendirian setalah sekutunya Inggris dan Perancis mengurungkan niatnya untuk menggempur Suriah.

Para anggota Parlemen Inggris pada hari Kamis menyatakan penolakan mereka terhadap dilancarkannya tindakan militer di Suriah. Penolakan itu merupakan kekalahan telak bagi Perdana Menteri David Cameron.
Pemerintah Inggris kalah hanya 15 suara dari Dewan Perwakilan Rakyat dalam upayanya untuk melancarkan “tindakan kemanusiaan kuat” terhadap dugaan penggunaan senjata kimia oleh pemerintahan Suriah.
Setelah hasil itu muncul, Cameron mengatakan kepada para anggota parlemen: “Saya melihat jelas bahwa Parlemen Inggris, yang mencerminkan pandangan rakyat Inggris, tidak ingin melihat Inggris melancarkan tindakan militer.”

Inggris batal menyerang Suriah setelah tidak mendapatkan restu dari parlemen, begitupun pun juga Prancis, setelah seorang juru bicara pemerintah Perancis membuat pernyataan lain yang menunjukkan Prancis mundur dari opsi militer terhadap Suriah , mengatakan bahwa rencana Barat untuk tindakan pembalasan terhadap rezim Assad atas serangan senjata kimia  adalah ” sulit untuk berkembang,” Agence France -Presse  mengatakan.

Kendati dua sekutunya SA  tidak mendukung  serang Suriah ,  AS diprediksi masih akan tetap pada rencananya menggempur rezim Bashar al-Assad.

Menurut juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, Caitlin Hayden, seperti diberitakan CNN, Jumat 30 Agustus 2013, kendati Inggris tidak akan ikut serta dalam operasi militer, namun AS tetap akan berkonsultasi dengan PM David Cameron.

Obama memang belum mengumumkan apapun soal jenis serangan dan kapan akan dilakukan. Namun, kata Hayden, penyerangan ke Suriah adalah salah satu kebijakan yang mengandung kepentingan AS yang besar, terutama setelah Assad membantai ribuan warga di Ghouta, pinggiran Damaskus.

“Dia (Obama) meyakini ada kepentingan penting yang dipertaruhkan Amerika Serikat. Selain itu, Obama meyakini, negara-negara yang melanggar norma-norma internasional terkait senjata kimia harus dihukum,” kata Hayden.

Seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya membenarkan bahwa Obama kemungkinan tetap akan menyerang Suriah, walaupun tanpa dukungan Inggris. Sebelumnya, rencana David Cameron untuk menyerang Suriah kandas setelah kalah dalam voting di parlemen. Ini adalah kekalahan pertama PM Inggris dalam voting menentukan perang sejak tahun 1782.

“Kami peduli apa yang mereka pikirkan. Kami menghargai proses Inggris. Tapi kami akan membuat keputusan yang seharusnya,” kata sumber.

Juru bicara Gedung Putih Josh Earnest mengatakan bahwa Obama masih berpotensi memerintahkan serangan. Earnest mengatakan, pemerintahan Obama saat ini tengah bekerja untuk menentukan waktu yang tepat.

Tetap majunya AS dalam konflik di Suriah juga diyakini oleh Menteri Pertahanan Inggris Philip Hammond. Dia mengatakan AS sudah pasti kecewa Inggris tidak ikut serta, namun tetap akan melanjutkan rencananya.

“Saya kira ketidakikutsertaan Inggris tidak akan menghentikan aksi apapun. Tapi tentu saja ini akan memberikan sedikit celah dalam hubungan khusus kedua negara,” kata Hammond kepada BBC. (Sumber : SI, Era Muslim Vivanews)