miss-world-2012Penobatan Miss World 2012, gelar yang dimenangkan kontestan dari Cina.

JAKARTA — Penyelenggaraan kontes kecantikan Miss World 2013 di Indonesia mengundang pro dan kontra. Sejumlah kalangan menolak Indonesia menjadi tuan rumah acara tahunan tersebut.
Komisioner Komnas HAM Maneger Nasution pun angkat bicara soal perhelatan Miss World 2013. Menurut dia, perhelatan Miss World 2013 sebaiknya tidak diselenggarakan di Indonesia, jika jadi dilaksanakan di Indonesia, maka kontes kecantikan itu melanggar hak asasi masyarakat Indonesia.

“Perhelatan Miss World 2013 sebaiknya tidak diselenggarakan di Indonesia. Bahwa itu dipandang sebagai kebebasan (bagian dari HAM) kita hormati. Tapi ketika itu diselenggarakan di Indonesia, justru menjadi pelanggaran HAM,” kata Maneger dalam pernyataannya, Selasa (27/8/2013).

Menurut Maneger, perlu ada batasan dalam kebebasan yang dianut di Indonesia. Maneger menilai kontes kecantikan tak sesuai dengan budaya Indonesia, sehingga Miss World tak laik digelar di bumi pertiwi.

“Sesuai pasal 28J UUD 45, kebebasan dibatasi oleh UU, susila, agama. Bagi masyarakat Indonesia, wanita adalah ibu, kehormatan bangsa. Kecantikannya bukan untuk dipertontonkan dan diperlombakan. Budaya kita lekat dengan santun, tata krama, dan menjunjung tinggi kearifan,” ujarnya.

“Karena ajang yang mempertontonkan dan memperlombakan kecantikan wanita, jika dilihat dari sudut pandang HAM, justru sangat merendahkan harkat dan martabat kaum perempuan,” ujar Nasution.

“Kalau sampai pemerintah mengizinkan lembaga kontes kecantikan dunia menyelenggarakan perhelatan Miss World di Indonesia, ini jelas melampaui keadaban kita sebagai bangsa,” imbuh Maneger.

Ajang Miss World ke-63 akan diadakan di Jakarta dan Bali pada 28 September 2013. Peserta akan dikarantina di Nusa Dua Bali dan malam penganugerahan dilakukan di Sentul International Convention Center, Bogor. Miss World 2012 Yu Wenxia akan memberikan mahkota kepada pemenang.