metro_tv-fpi

Jakarta  – Penangkapan seorang anggota Front Pembela Islam (FPI) berinisial I alias Iwan, dinilai oleh pengurus FPI Tasikmalaya sebagai operasi salah tangkap. Ini karena nomor kendaraan bermotor yang dimiliki Iwan berbeda angka dengan nomor kendaraan bermotor yang digunakan orang tak dikenal yang melakukan dua anggota Polisi Sektor (Polsek) Pondok Aren, Tangerang Selatan, dua hari lalu.

“Betul bahwa saudara ‘I’ adalah anggota FPI Tasikmalaya. Tapi dia bukan orang yang dituduhkan oleh Mabes Polri dan Densus. Artinya Densus kembali menunjukkan kebodohannya over akting salah tangkap orang dan salah informasi. NoPol sepeda motor mio milik ‘I’ berbeda 1 (satu) angka dengan data dari Mabes Polri dan Densus,” kata Ketua DPW FPI Tasikmalaya Ustad Acep Sofyan Lc, dalam pernyataannya yang diterima SI Online, Ahad (18/8/2013).

Karena itu, lanjut Acep, FPI Tasikmalaya kini tengah mengupayakan tuntutan pembebasan sdr I. “Dan kami juga sedang menyiapkan draft tuntutan terhadap Mabes Polri, Densus 88 karena salah tangkap orang,” katanya.

FPI Tasikmalaya juga akan menuntut stasiun Metro TV yang dinilai telah menyebarkan berita bohong melalui beritanya berjudul “Anggota FPI Dibekuk Densus karena Terlibat Penembakan Polisi.”

“Dan tuntutan terhadap Metro TV karena pemberitaan yang bohong dan salah serta pem-blow up-an berita salah tersebut,” pungkasnya.

Kronologis Penangkapan  Iwan Menurut FPI Tasikmalaya

Seorang anggota Front Pembela Islam Tasikmalaya, Iwan, ditangkap Densus 88. Iwan dituduh terkait dengan peritiwa penembakan terhadap dua orang polisi di Pondok Aren, Tangerang Selatan, Jumat lalu.

Tuduhan tak berdasar itu hanya karena nomor kendaraan sepeda bermotor yang dimiliki Iwan angkanya berdekatan dengan nomor kendaraan yang digunakan orang tak dikenal pelaku penembakan dua anggota polisi itu.

Berikut kronologis penangkapan Iwan yang diterima Suara Islam Online, Ahad (18/8/2013) dari pengurus FPI Tasikmalaya, Jawa Barat.

Minggu 18-8-2013 Pkl 09.00 wib. Segerombolan orang yang memakai 3 unit kendaraan, masuk ke  rumah Iwan dan mengacak-acak isi  rumah untuk mencari HP milik Iwan.

Anak dan istri kaget melihat kejadian ini, karena yang datang tidak menyebutkan identitas. Lalu Iwan dibawa mereka, tak tahu dibawa kemana. Akhirnya anak dan istri datang melaporkan kejadian kepada Ketua DPW FPI (Acep Sofyan).

Setelah mendengar keluhan anak dan Istri Iwan, Ketua DPW memberikan arahan untuk melapor ke Polsek Kawalu (Locus Delicty) tapi harus seizin atau petunjuk dari saudara Iwan yang di Polres Kota (Kasat Intel).

Akhirnya keluarga sepakat untuk melaporkan masalah penculikan didampingi Qaid LPI Kawalu dan Tim. Ketika di Polsek Kawalu, adiknya Iwan ditelpon oleh salah satu anggota Polda Jabar bahwa Iwan ada di tangan tim gabungan Polda Jabar dan disuruh merapat ke Cisumur. Akhirnya dari Polda menjelaskan kepada Ketua DPW FPI bahwa kasus Iwan ini sebagai berikut :

1. Polri lagi mencari pemilik motor Mio 2010 warna merah nopol D 6632 WD atas nama Nova yang diduga terlibat penembakan 2 orang polisi.

2. Iwan pernah menerima motor Mio Nopol D 6630 WD dan diminta bantuannya untuk mencari pemilik motor D 6632 WD ke Salopa namanya Asep. Iwan sendiri tak tahu Asep itu yang mana.

3. Saat ini Iwan dan rekan-rekannya sedang membantu mencari motor yang sedang dicari.

4. Tidak ada keterlibatan Iwan dalam kasus penembakan 2 anggota polisi atau aksi teroris.

Sumber : SI Online