Presiden AS, Barrack Obama
Presiden AS, Barrack Obama

 Jakarta –Pemerintahan AS pimpinan Barack Obama mengutuk tindakan kekerasan militer Mesir saat membubarkan pendukung Muhammad Mursi yang menewaskan tidak kurang dari  638 0rang dan melukai sedikitnya  4000 orang. Namun  Amerika Serikat (AS) tidak menunjukkan tanda-tanda akan mengubah kebijakan seperti membatalkan bantuan ke Mesir.

Seperti dilansi ROL 16 Agustus 2013, meski telah menyatakan untuk menunda latihan bersama dengan militer Mesir, tak ada tanda dari  Presiden Barack Obama untuk menghentikan bantuan  finansial untuk militer Mesir.

Baik Obama dan para pejabat gedung putih tak menggunakan kata kudeta yang bisa secara otomatis membatalkan bantuan militer dan pemerintah Mesir karena bertentangan dengan undang-undang.

Senator asal Partai Republik John McCain kembali menegaskan, apa yang terjadi pada Presiden Muhammad Mursi adalah kudeta sehingga Presiden Obama harus menghentikan bantuannya untuk Mesir.

“Saya bingung karena kita tidak patuh terhadap hukum kita sendiri,”ujarnya kepada BBC. Menurutnya, politik luar negeri Amerika Serikat terkait krisis Mesir memberi pesan kepada dunia Muslim bahwa Amerika Serikat memberikan toleransi terhadap aksi brutal tersebut.

“Sepertinya AS memaafkan perilaku seperti itu, yang kita ternyata tidak.” Dikutip dari New York Times, Presiden Obama menegaskan, Amerika Serikat menunda latihan militer bersama dengan pihak Mesir yang direncanakan berlangsung pada pekan depan.

Kebijakan tersebut diambil setelah aksi brutal militer Mesir yang mengusir pendukung Presiden Mesir terguling Muhammad mursi dengan pembantaian. Hanya, dalam pernyataannya yang dikeluarkan pada Kamis (15/8) waktu setempat, Obama tak menyinggung soal kebijakan bantuan yang diberikan AS kepada Mesir.

New York Times menulis, meski keputusannya ini bakal memalukan bagi para jendral di Mesir dan menghilangkan pendapatan Mesir, namun kebijakan ini bakal menelanjangi bagaimana terbatasnya pilihan Obama untuk mengekang aksi militer terhadap para islamis di Mesir.

Amerika Serikat telah menjamin bantuan keuangan untuk Mesir sejak 1979. Bantuan tersebut diprioritaskan untuk menjamin keamanan nasional Amerika Serikat di timur tengah.

Mesir menerima bantuan terbesar kedua dari AS setelah Israel. Amerika Serikat menyediakan bantuan 1,5 miliar dolar AS per tahun bagi Mesir untuk bantuan militer dan ekonomi. Sekitar 1,3 miliar dolar AS diantaranya diberikan untuk tentara mesir.

Jakarta – Pemerintahan Barack Obama mengutuk tindakan kekerasan militer Mesir saat membubarkan pendukung Muhammad Mursi. Tapi, Amerika Serikat (AS) tidak menunjukkan tanda-tanda akan mengubah kebijakan seperti membatalkan bantuan ke Mesir.

Menteri Luar Negeri (Menlu) AS, John Kerry mengatakan kekerasan di Kairo menyedihkan dan bertentangan dengan aspirasi Mesir untuk perdamaian dan demokrasi. Dia mengatakan AS menentang penggunaan militer dalam kondisi darurat.

Namun, Kerry tidak mengumumkan langkah hukum. Dalam laporan New York Times, Obama bahkan tengah berlibur di Martha’s Vineyard dan tidak memberikan reaksi publik.

“Saat kepala diplomatnya berbicara tentang momen penting di Mesir, Presiden tengah bermain golf di klub swasta,” tulis laporan itu kepada Kamis (15/8).

Respons AS memberi kebingungan saat Kerry menelpon menteri Luar Negeri Eropa dan Arab, termasuk menteri luar negeri sementara Mesir, Nabil Fahmy. Departemen Luar Negeri AS tidak memberi rincian percakapan, namun tidak ada indikasi Fahmy memberi jaminan tindakan kekerasan terhadap pendukung Mursi berakhir atau dibatasi.

Kerry mengatakan dia meminta pejabat Mesir menghindari kekerasan. Gambar-gambar mengerikan di Kairo tidak membuat Obama berkomentar.

Padahal, saat berada di Martha Vineyard pada 2011, dia memberi keterangan pers terkait pemberontak yang merebut ibukota Libya, Tripoli dan membuat Muammar Qaddafi bersembuyi.

Pada Rabu (14/8) pagi, Obama dilaporkan telah mendapat informasi situasi dari penasehat keamanan nasionalnya, Susan E.Rice. Namun, dia tampaknya bertekan tidak membiarkan kejadian di Mesir mengganggu liburannya. Selain bermain golf, Obama menghadiri pesta di rumah seorang donor politik besar, Brian Roberts.