ormasislam

Jakarta  – Kudeta terhadap kekuasaan Presiden Muhammad Mursi merupakan kelanjutan dari Arab Spring. Kebangkitan politik rakyat yang pada akhirnya dimenangkan kelompok Islam, Ikhwanul Muslimin itu pada perkembangannya ternyata tidak disukai kalangan tertentu. Sebabnya, kondisi itu akan membawa awal kebangkitan Islam.

Demikian dikatakan Ketua Umum  PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dalam konferensi pers tentang perkembangan Mesir di Auditorium Gedung PP Muhammadiyah, Jl Menteng Raya, Jakarta Pusat, Senin (29/7/2013).

“Ini merupakan sikap ketaksukaan, antipati, sentimen bahkan kebencian pada kalangan Islam,” tandas Din.

Sebelumnya, Din juga mengungkapkan mengapa dirinya dan sejumlah ormas Islam mengeluarkan sikap atas tragedi yang saat ini melanda Mesir. Menurut Din sikap ormas-ormas Islam ini merupakan lebih untuk menegakkan keadilan dan perdamaian.

“Sebab dampaknya (krisis politik Mesir) bisa ke Arab dan dunia Islam,” ungkapnya.

Pembantaian terhadap demonstran pendukung Mursi hingga kini terus berlangsung. Menurut informasi yang diterima SI Online, jumlah korban meninggal telah mencapai 480 orang dan 8000 orang lainnya terluka. Sementara 1500 orang ditangkap. Sembilan saluran televisi ditutup supaya tidak ada yang meliput pembantaian ini. (SI)