hotma-suapMario C. Bernardo S.H.

Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap seorang pengacara dan seorang pegawai Mahkamah Agung.

Juru Bicara KPK  Johan Budhi membenarkan jika operasi yang dilakukan sejak pukul 11.30 WIB tersebut mengamankan 2 orang yang diduga terlibat penyuapan. Kedua terduga tersebut adalah seorang pegawai Mahkamah Agung (MA) berinisial DS dan seorang dengan status swasta berinisial MCB.

Awalnya, cerita Johan, penyidik KPK mengetahui DS menyambangi kantor MCB di sebuah kantor pengacara yang terletak di kawasan Jakarta Pusat.

Setelah menunggu beberapa saat dan memperoleh informasi adanya penyerahan uang, penyidik pun langsung menangkap DS yang saat itu Keluar dengan menenteng tas cokelat dan mencegat ojek.

“Setelah naik kendaraan roda dua di seputar Monas, dia (DS) diamankan alias ditangkap. Informasinya DS ini adalah pegawai diklat dan mantan satpam,” kata Johan Budi di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (25/7/2013).

Tepat pukul 13.20 WIB, penyidik pun melanjutkan melakukan penangkapan MCB di kantornya yang ada di Jalan Martapura, Jakarta Pusat.

Dijelaskan Johan, dari tangan DS, penyidik menemukan tas warna cokelat selempang berisi uang sekitar Rp 80 juta. Saat ini jumlah uang yang diamankan masih terus dihitung.

“Diduga pemberian uang ini berasal dari MCB, maksud dan tujuan masih ditelusuri oleh penyidik dan penyelidik KPK,” ujarnya.

Tak hanya itu, penyidik yang juga langsung menggeledah rumah DS pun menemukan uang tunai yang hingga kini masih dihitung jumlahnya. “Iya, ini diduga berkaitan,” jelas Johan.

Mengenai maksud pemberian uang tersebut, Johan menegaskan, lembaganya masih menelusuri segala kaitannya. “Saat ini status keduanya yakni terperiksa,” jelasnya.

Ia menambahkan, ada waktu 24 jam bagi penyidik KPK untuk mengumpulkan informasi, apakah ditemukan dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan keduanya sebagai tersangka.

Informasi yang dihimpun, inisial DS merujuk pada nama Djodi Supratman. Sedangkan MCB adalah Mario Carlio Bernardo yang diketahui sebagai karyawan / anak buah sekaligus keponakan dari pengacara kondang, Hotma Sitompoel. Hotma telah mengonfirmasi MCS adalah Mario Carlio Bernardo yang merupakan keponakannya.

Pengacara Hotma Sitompoel mengatakan bahwa Mario C Bernardo (MCB) adalah partner di Kantor Hukum Hotma Sitompoel and Partner. Namun, dia menyatakan bahwa Mario bertindak sendiri dalam mengurus kepentingan hukum klien.

“Kantor kami sama sekali tidak mengetahui perkara apa yang menjadi pokok persoalan dalam penangkapan Mario C Bernardo,” kata Hotma di kantornya, Jalan Martapura, Jakarta Pusat, Kamis (25/7/2013) malam.

Hotma mengatakan, setelah diinventarisir, seluruh perkara yang ditangani oleh kantor Hotma pada saat ini di tingkat Mahkamah Agung, tidak ada satu pun yang melibatkan Mario C Bernardo sebagai handling lawyer atau pengacara utama yang menangani perkara.

“Kantor kami pun ingin mengetahui siapa saja pihak-pihak yang terlibat dalam perkara yang menjadi permasalahan dalam perkara ini,” kata Hotma.

Seperti banyak diberitakan media, KPK kembali menangkap tangan 2 orang yang diduga melakukan praktik suap. Mereka adalah DS, pegawai Mahkamah Agung yang ditangkap saat naik ojek di kawasan Monas, Jakarta Pusat. DS diduga telah menerima uang dari MCB di kantornya, Jalan Martapura, Jakarta Pusat.

Sementara itu, pukul 13.20 WIB MCB juga ditangkap oleh penyidik KPK saat berada di kantornya. Tidak ada perlawanan dalam upaya penangkapan itu. Kini status keduanya akan ditetapkan 1×24 jam apakah penyidik menemukan 2 alat bukti yang cukup untuk menetapkannya sebagai tersangka. Lip. 6