ratna-sarumpaetRatna Sarumpaet

JAKARTA, – Berbeda dengan ucapan Ratna Sarumpaet yang biasanya menyudutkan Front Pembela Islam (FPI), namun kali ini seniman kelahiran Tapanuli itu punya pandangan lain terkait insiden Kendal.

Dalam kejadian Kamis lalu, Ratna ingin berpikiran positif jika FPI memiliki niat yang baik.

“Tapi niat baik harus mengikuti aturan hukum,” katanya dalam acara di stasiun televisi swasta, Senin (22/7) malam.

Ratna justru mengarahkan kritikannya kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebagai presiden, SBY dianggap hanya banyak bicara tanpa ada realisasi nyata.

“FPI ini korbannya SBY. SBY sebagai apa? SBY sebagai pelaksana tugas kapitalisme asing. Dia memiskinkan rakyat dan mengadu domba,” jelasnya.

Saat Indonesia sedang mengalami kesusahan, SBY malah tampil sebagai presiden yang biasa berpidato.

“Presiden itu berbuat bukan hanya berpidato. Harga sapi naik, malah anak buahnya dimarahin,” kritiknya.