rano-karnoWagub Banten Rano Karno

Jakarta -Wakil Gubernur Banten Rano Karno pernah menyatakan akan mundur dari jabatannya, lantaran merasa ‘dianaktirikan’ di lingkungan Pemprov Banten oleh sang Gubernur Ratu Atut Chosiyah. Bahkan, kader PDIP itu dianggap sebagai pihak yang akan meruntuhkan dinasti politik Ratu Atut di Banten.

Politisi senior PDIP Pramono Anung tak membantahnya. Pramono menyebut peluang Rano Karno sangat besar untuk maju sebagai Gubernur Banten periode selanjutnya. Tentu hal itu, kata Pramono, akan membuat Ratu Atut dan dinastinya tersaingi.

“Sebenarnya peluang pak Rano itu sangat besar untuk bisa terpilih pada periode mendatang,” kata Pramono di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (23/4/2013).

Peluang pemeran si Doel Anak Sekolahan itu memang besar, kata Pramono. Sebab Ratu Atut telah berkuasa di Banten selama 2 periode. “Bu Atut tidak bisa maju lagi dan pasti Bu Atut merasa tersaingi,” kata Pramono.

Sebelumnya, politisi PDIP asal Banten Dedy Gumelar saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, menyebutkan Ratu Atut khawatir, bila Rano mendapat peran banyak di Pemprov Banten maka akan meningkatkan elektabilitasnya pada Pilkada Banten 2016 mendatang.

Anggota Komisi X DPR yang karib disapa Mi’ing itu juga mengungkapkan, selama ini Rano tak pernah diberi kepercayaan untuk mengemban tugas selaku wakil gubernur sebagaimana mestinya. Rano merasa seperti dianaktirikan di lingkungan Pemprov Banten.

Parahnya, ungkap Mi’ing, Rano dan Atut jarang bertemu dan tampil bersama-sama. Dalam satu tahun, mereka hanya bertemu beberapa kali saja.

Namun, hingga kini Rano Karno masih belum bisa dimintai keterangan. Nomor-nomor telepon selular yang dihubungi dan pesan singkat yang dikirim belum juga direspons. |Lip. 6