201322

Jakarta – Forum Umat Islam (FUI) mengadukan masalah Front Pembela Islam (FPI) terkait kasus di Kendal, Jawa Tengah. Apa saja tuntutan FUI?

Hadir dari FUI, yakni Sekjen FUI KH.Muhammad al Khaththath, Abdul Halim dari Hijbuh Dakwah Islam, Ahmad Midan dari Tim Pembela Muslim, Julfi Syukur dari Dewan Dakwah Islam, dan ustadz Alfian. Dari Kemendagri diwakili oleh Bahtiar, Kepala Sub Direktorat Ormas Kesbangpol Kemendagri.

FUI berpandangan kisruh di Kendal yang dimuat media massa cenderung menyudutkan FPI dan terjadi penyesatan berita yang berbunyi FPI bentrok dengan masyarakat dan menewaskan seseorang dalam bentrokan tersebut.

“Sehingga Presiden SBY pun berkomentar sesuai dengan berita yang menyesatkan tersebut, bahkan muncul pernyataan-pernyataan yang bernada mendesak pemerintah agar membubarkan FPI,” jelas al Khaththath di kantor Kemendagri, Jakarta, Selasa (23/7/2013).

“Meminta media massa membuat pemberitaan yang benar dan tidak berbau memfitnah dengan meluruskan berita bahwa FPI dalam aktivitasnya selalu berkoordinasi dengan aparat keamanan sebagaimana diakui oleh Kapolres Kendal,” ucap al Khaththath saat membacakan tuntuannya.

FUI menjelaskan tidak ada bentrokan antara FPI dengan masyarakat. Yang ada adalah rombongan FPI yang aksi damai tanpa membawa senjata diserbu ratusan preman bersenjata. Akibatnya, sopir yang disewa rombongan FPI panik sehingga terjadi kecelakaan lalulintas.

“Korban yang meninggal adalah korban kecelakaan lalulintas bukan korban bentrokan. Mana mungkin FPI bentrok dengan korban yang seorang wanita?” jelasya.

Dia juga menjelaskan tidak ada sejarah FPI bentrok dengan warga. Justru yang terjadi FPI selalu membantu warga yang tertimpa musibah. Sebut saja kejadian di Situgintung, kebakaran di Penjaringan Jakarta Utara, gempa Jogjakarta hingga tsunami Aceh.

Bahkan, FPI juga telah mengevakuasi puluhan ribu korban tsunami, jauh lebih banyak dibanding TNI. “Apa mungkin jika benar cap dan tuduhan yang mereka lemparkan kepada FPI sebagai organisasi pembuat onar bisa melakukan hal-hal mulai di atas? Sungguh akal sehat tidak bisa menerima tuduhan mereka,” jelasnya.

FPI hanya pernah bentrok dengan preman di Ketapang Tanah Abang saat awal berdirinya, termasuk di Pluit. Namun, justru masyarakat menerima dan senang dengan itu.

“Meminta kepada Mendagri dan para pejabat terkait agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang selalu dengki dan memusuhi FPI yang selalu membuat fitnah dan menuntut pembubaran FPI,” jelasnya lagi.

FUI mendukung aktivitas FPI dalam membantu masyarakat baik dengan aksi sosial maupun aksi amar makruf nahi mungkar.

“Menyerukan kepada semua komponen umat Islam untuk merapatkan barisan dan ukhuwah Islamiyyah dan meningkatkan koordinasi dalam melakukan aktivitas dakwah amar makruf nahi munkar dengan kejayaan Islam dan kaum muslimin,” ujarnya. (inilah.com)