xinjiangchina
Penderitaan warga muslim Ughur di di Provinsi Xinjiang,  China  seakan tak pernah ada ujungnya  karena  terus menerus  menjadi bulan bulanan penindasan dan  tindakan represif  Pemerintah Komunis China., Warga minoritas muslim di negeri tirai bambu ini terus menjadi korban tindakan kekerasan aparat keamanan pemerintah Cihna.
Sungguh zalimnya  pemerintah komunis ini,  disaat warga muslim dunia melakukan ibadat puasa,  pemerintah China malah melakukan kebijakan sewenang  wenang terhadap warganya dengan melarang warganya yang minoritas  beretnis Ughur muslim  masuk ke  masjid,,  dilarang berpuasa, bahkan dipaksa untuk tidak berpuasa..

Sebagaimana dilansir  beberapa media nasional  Selasa (16/7/2013) otoritas pemerintah China melarang warga Muslim Uighur di Xinjiang melakukan kewajiban ibadah agamanya. Mereka dilarang melakukan ritual keagamaan seperti sholat dan berpuasa di bulan Ramadhan. Masjid-masjid dijaga ketat. Warga Muslim Uighur dilarang memasuki masjid dan berdoa. Pada siang hari para pejabat membagi makanan dan minuman dan memaksa warga muslim tidak berpuasa. Pemerintah berdalih tindakan itu dilakukan untuk menjaga kestabilan dan keamanan.

Kejadian ironi seperti itu bukan pertama kali dialami Muslim Uighur di Xinjiang. Sejak 2012 lalu, aparat keamanan China menggelar operasi pengamanan terhadap sekolah-sekolah madrasah yang mereka anggap ilegal. Belum lama, pada akhir Juni 2013 lalu, warga bentrok dengan aparat dan menewaskan 35 orang di Xinjiang. Peristiwa serupa terjadi dua bulan sebelumnya, 21 orang terbunuh di Kashgar. Turkish Weekly memberitakan bentrokan antara Muslim Uighur dengan aparat dan etnis Han yang menewaskan 200 orang medio 2009 lalu.

Lalu apa yang melatarbelakangi sikap represif Pemerintah Komunis China terhadap Muslim Uighur di Xinjiang?

Wilayah Xinjiang dengan luas wilayah 1,66 juta kilometer persegi, atau merupakan seperenam total luas seluruh wilayah China.  Alam Xinjiang yang mempesona  bergurun pasir, bergunung serta penduduknya minim. Xinjiang terletak di daerah pedalaman daratan Asia-Eropa, dan berbatasan dengan 8 negara yaitu Rusia, Kazakhstan, Kirgizstan, Tajikistan, Pakistan, Mongolia, India dan Afganistan, dengan garis perbatasannya 5,600 kilometer. Xinjiang sangat terkenal di dunia dengan pemandangan alam yang beraneka ragam, adat kebiasaan yang banyak corak-ragam dan Jalan Sutra yang memesonakan.

Wilayah ini kaya akan sumber daya alam hasil pertambangan, pertanian serta energi. Bahkan menjadi produsen minyak terbesar kedua di negeri tirai bambu itu. Secara perekonomian dan geopolitik wilayah mayoritas muslim ini menjadi sangat strategis dan penting bagi China.

Kondisi itu membuat pemerintah ingin mencengkeram wilayah kaya itu dengan menggeser mayoritas warga Muslim Uighur. Pemerintah berideologi komunis yang berseberangan dengan agama, menjadi dasar utama ‘pembenaran’ untuk memberangus Uighur yang muslim. Seperti diketahui bahwa PKC selalu berupaya mengendalikan dan mengintervensi kehidupan beragama warganya. Sejak masa gelombang Revolusi Kebudayaan pada 1966, PKC memberangus agama-agama asli seperti Buddha, Tao dan agama minoritas lain serta budaya-budaya ortodoks China yang berakar sejak ribuan tahun lalu. Gelombang revolusi kebudayaan itu sendiri memakan korban jutaan jiwa.

Kembali ke permasalahan. Upaya PKC mencengkeram Xinjiang dilakukanlah politik rasialis, yakni dengan memasukkan etnis suku Han yang merupakan suku mayoritas di China ke wilayah Xinjiang. Suku Han di-drop dan lambat-laun menjadi etnis mayoritas dan menguasai perekonomian di Xinjiang. Sektor-sektor perekonomian utama diambil alih dan dikuasai suku Han. Kegiatan komersial dan budaya Uighur secara bertahap dibatasi oleh PKC. Warga Uighur pun merasa seperti orang asing di negerinya sendiri. Mereka ditindas dan semakin terpinggirkan. Kondisi masif itu menyulut kecemburuan sosial. Benturan dan ketegangan rasialis pun tak dapat terhindarkan.

Puncaknya protes dan demonstrasi dilakukan warga Muslim Uighur untuk menyerukan hak-hak mereka yang dirampas. Pemerintah Komunis China  menggunakan kesempatan untuk menyulut ketegangan rasialis. Protes dan demonstrasi itu dituding merupakan gerakan teroris dan separatis untuk kemerdekaan Muslim Uighur di Xinjiang. Tindakan represif pun dilakukan. Korban dari pihak Muslim Uighur berjatuhan. Rebiya Kadeer, pemimpin Muslim Uighur terpaksa eksodus ke pengasingan.

Buntutnya PKC mempropagandakan bahwa warga Muslim Uighur melakukan gerakan separatis untuk kemerdekaan. Propaganda negatif ini dijadikan dasar untuk membenarkan represi di daerah Xinjiang. Hal itu lalu disebarluaskan oleh media resmi Cina untuk mengalihkan perhatian dunia atas kejahatan kemanusiaan yang dilakukan PKC. Hingga kemudian kejadian-kejadian akibat ketegangan rasialis yang diciptakan PKC itu berlanjut sampai sekarang. Termasuk bentuk praktik-praktik penerapan larangan beribadah di bulan Ramadhan tahun ini untuk menghilangkan identitas suku Muslim Uighur di Xinjiang.

Peristiwa kejahatan yang menimpa kaum Muslim Uighur itu telah menjurus genosida karena dilakukan sistematis. Genosida merupakan kejahatan kemanusian serius, extra ordinary crime, seperti termaktub dalam ketentuan Statuta Roma 2002, bahwa salah satu yang disebut extra ordinary crime adalah genosida (the crime of genocide). Patut diserukan bersama untuk penghentian genosida terhadap Muslim Uighur itu dan terhadap etnis apapun yang mengalaminya. ‘Mimpi buruk’ warga Muslim Uighur di Xinjiang itu harus segera berakhir.

“Tolong, janganlah Anda salah paham. Kami tidak melawan Pemerintah Cina. Kami hanya ingin hidup dalam kedamaian dan memelihara identitas kami.” (Rebiya Kadeer, pemimpin Uighur di pengasingan).

Sumber :

http://luar-negeri.kompasiana.com/2013/07/17/dibalik-pelarangan-beribadah-muslim-uighur-di-china-577435.html

http://www.republika.co.id/berita/ramadhan/puasa-mancanegara/13/07/17/mq1s7b-cina-larang-muslim-uighur-berpuasa

http://www.bbc.co.uk/news/world-asia-pacific-14197482

http://www.unisosdem.org/article_detail.php?aid=11124&coid=3&caid=31&gid=2

http://www.eramuslim.com/berita/dunia-islam/xinjiang-tanah-kaya-di-negeri-cina.htm#.UeVaJ6xyhb8

http://dunia.news.viva.co.id/news/read/429214-muslim-uighur-dilarang-berpuasa-dan-ke-masjid

http://international.okezone.com/read/2013/07/16/413/837596/redirect

http://international.okezone.com/read/2013/07/11/413/835298/bulan-puasa-china-diminta-longgarkan-pengawasan-di-xinjiang

http://www.republika.co.id/berita/ramadhan/puasa-mancanegara/13/07/17/mq1s7b-cina-larang-muslim-uighur-berpuasa