gkroma.

NEW YORK — Terungkapnya banyaknya  pelecehan seksual di gereja Katolik Roma  menjadi perhatian dunia,  energi Gereja Katolik Roma tersedot habis untuk mengatasi berbagai kasus skandal seksual yang diduga dilakukan beberapa rohaniwan. . Tidak tanggung tanggung PBB pun  turun tangan hingga vatikan harus berhadapan dengan PBB untuk menjelaskan terkait kejahatan pelecehan seksual  oleh para rohaniawan Gereja terhadap anak-anak (pedofilia) .

Seperti dilansir BBC, Rabu  10 Juli 2013,  Perserikatan Bangsa-Bangsa, Rabu (10/7/2013), meminta Vatikan memberikan informasi lengkap tentang masalah pelecehan seksual terhadap anak-anak.

PBB meminta Vatikan menyiapkan informasi mengenai ribuan kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak yang diduga dilakukan beberapa rohaniwan Gereja Katolik Roma.

Permintaan Komite Hak-Hak Anak (UNCRC) dikeluarkan enam bulan sebelum perwakilan Vatikan menghadap badan PBB ini pada Januari tahun depan untuk menjawab beberapa pertanyaan yang mayoritas terkait skandal yang mengguncang gereja Katolik selama lebih dari 10 tahun terakhir.

PBB juga meminta informasi mengenai bantuan yang diberikan kepada para korban pelecehan seksual terhadap anak-anak dan kejadian apa pun di mana pihak yang mengadukan dibungkam.

Ini adalah kali pertama PBB melakukan penilaian yang mencakup banyak hal.

Awal tahun ini, Paus Fransiskus mengatakan bahwa penyelesaian masalah kekerasan seksual adalah hal yang sangat penting demi menjaga kredibilitas Gereja Katolik.

Ruang untuk optimisme

UNCRC yang berpusat di Geneva, Swiss, mengirimkan “daftar masalah” kepada Vatikan untuk mendapatkan “informasi secara mendetail mengenai semua kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak yang dilakukan para rohaniwan, bruder, dan biarawati atau siapa pun yang menjadi perhatian Takhta Suci.”

Kuesioner dipakai untuk menentukan apakah pelaku kejahatan seksual diperbolehkan untuk tetap berhubungan dengan anak-anak dan tindakan hukum yang akan diambil.

Namun, para pengamat mengatakan, walaupun permintaan UNCRC ini mengikat secara hukum, Vatikan dapat menolak permintaan komite.

Vatikan baru-baru ini menyusun pedoman untuk menghindari masalah pelecehan dan menekankan akan membantu para korban, memperingatkan anak di bawah umur, melatih rohaniwan, rehabilitasi pelaku pelecehan, dan bekerja sama dengan pihak yang berwajib.( BBC)