dokter-pukul-pasien

Moskow :Berdalih kelelahan karena menjalani shift kerja selama 24 jam, seorang dokter tega-teganya memukul pasiennya beberapa kali. Akibat aksi keji si dokter, pasien yang telah dioperasi dan berada dalam perawatan intensif itu pun meninggal dunia.

Dilansir dari The Sun Jumat (5/7/2013), polisi kini menyelidiki dokter Andrey Votyakov –yang sebelumnya tak memiliki cela dalam catatan pekerjaannya– terkait serangan kepada pasien setengah baya setelah operasi di sebuah rumah sakit di Perm, di wilayah Ural Rusia.

Dalam video rekaman aksi keji si dokter berdurasi 30 detik itu, jelas terlihat terjadi adu mulut antara sang dokter dan pasiennya di Pusat Bedah-Cardio atau Federal Cardio-Surgery Centre di kota Ural.

Andrey –yang masih mengenakan perlengkapan bedah– lalu menonjok pasien di kepala kemudian mengarahkan bogem mentahnya ke dekat jantung si pasien.

Dari rekaman itu, si petugas medis jelas tak menyadari bahwa serangan yang membuatnya kehilangan pekerjaan terekam pada kamera yang fokus menyorot tempat tidur perawatan intensif si pasien.

“Ini adalah hari yang sulit setelah bekerja 24 jam,” kata Andrey.

Setelah rekaman aksi kejinya beredar di beberapa website di Rusia, Andrey yang juga kepala departemen perawatan anestesiologi dan intensif di rumah sakit bergengsi itu pun membuat pembelaan.

“Segera setelah saya datang ke ruangan dengan tim saya, dia (pasien) mulai memanggilku dengan panggilan yang merendahkan. Dan saya membiarkannya,” urai Andrey.

“Kami telah menghabiskan begitu banyak waktu dengan kasus yang sangat rumit untuk membantunya pulih. Dan dia tak mengucapkan rasa syukur sedikit pun. Kemudian kelelahan kronisku tercampur di dalamnya, saya terbawa suasana dan mulai memukulnya beberapa kali di hadapan rekan-rekanku,” papar Andrey.

Dalam rekaman itu tidak terlihat dokter lain atau perawat yang berusaha melerai.

“Kami melanjutkan pengobatan setelah kejadian itu (pemukulan), tapi sayangnya pasien meninggal. Saya sangat menyesal atas apa yang terjadi, dan saya ingin meminta maaf pertama-tama kepada pasien sendiri dan keluarganya,” ucap Andrey.

Dipecat

Aksi keji dokter Andrey terjadi pada Februari 2013, namun rekamannya baru-baru ini dipublikasikan.

“Saya menonton video di YouTube dan segera melaporkan hal itu,” kata Kepala Urusan Publik di Kementerian Dalam Negeri Rusia di wilayah Perm, Artur Gainanov.

Sementara korban –pasien dokter Andrey– diperkirakan pria berusia lebih dari 45 tahun berasal dari daerah Kirov. Namun belum ada komentar lebih jauh dari keluarga pasien itu.

Guna mempertanggungjawabkan tindakannya, Rumah sakit tempat Andrey Votyakov bekerja telah memecatnya.

“Kami melihat video yang beredar di YouTube. Kami sedang menyelidiki dan memeriksa detail kejadian tersebut,” ungkap seorang juru bicara polisi di Perm.

Peneliti senior yang telah mengunjungi rumah sakit dan menginvestigasi para staf, saat ini berusaha untuk memahami jika pemukulan adalah penyebab langsung kematian si pasien.

“Kami akan mengambil semua dokumen yang relevan dan mempertanyakan semua anggota tim medis,” kata juru bicara polisi yang tak disebutkan identitasnya itu.

Selain itu, para penyidik ​​juga akan memeriksa, apakah ada bantuan medis setelah terjadi serangan.

Sejauh ini, diperkirakan si dokter akan menghadapi hukuman penjara akibat serangan yang dilakukannya. Namun belum jelas dakwaan apa yang akan dikenakan kepada Andrey. (lip6)