polwan-berjilbab

JAKARTA—Kalau Kapolri Jenderal Timur Pradopo menyetujui, dalam waktu dekat masyarakat akan menjumpai Polwan-Polwan muslimah menggunakan jilbab. Kabar yang berkembang, saat ini Polri tengah mengundang tim desainer dari rumah mode Rabbani untuk mendesain jilbab yang cocok untuk polisi wanita di Indonesia.

Anggota Komisi Kepolisian Nasional Republik Indonesia (Kompolnas), Edi Hasibuan, berharap niat baik Kapolri segera direalisasikan. Nampaknya Kapolri saat ini sedang menghitung-hitung anggaran untuk memproduksi jilbab dimaksud.

“Kita dari Kompolnas sangat mengapresiasi kebutuhan jilbab bagi Polwan beragama Islam. Apalagi jilbab itu merupakan aturan dari muslim yang harus dipakai untuk menutup auratnya,” kata Edi Hasibuan kepada Harian Terbit, Selasa (9/7).

Sepanjang jilbab itu tidak menganggu tugas Polwan, jelas Edi, Kompolnas sangat setuju sekali. Dengan demikian diharapkan kedepan akan meningkatkan kinerja Polwan yang bertugas.

“Dalam suasana menjelang bulan Ramadan ini Kapolri harus segera menetapkan kapan jilbab itu diproduksi dan penetapan Polwan muslimah seluruh Indonesia mengenakannya saat bertugas. Saya kira ini aspirasi yang berkembang dari klangan Islam,” tutur Edi Hasibuan.

Sementara kepada Harian Terbit, Selasa (9/7) Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polri Irjen Pol Drs Roni Sompi mengatakan
belum bisa dipastikan kapan pemberlakuan jilbab untuk anggotanya yang beragama Islam. Hal tersebut, katanya masih dibicarakan oleh tim yang dipimpin oleh Asisten SDM Polri.

“Belum bisa dipastikan kapan Polwan boleh mengenakan jilbab. Pembasahannya belum selesai dan kini masih dalam proses,” kata Roni Sompi.

Roni mengakui pihak Polri telah mendesain jilbab untuk dikenakan para Polwan ketika bertugas. Hasil desain yang kini masih diproses itu kemudian diajukan ke pimpinan Polri untuk disahkan. Jika Kapolri menandatangani pengajuan tersebut, tinggal dinstruksikan saja.

Program pemakaian jilbab untuk Polwan menurut Roni merupakan program tahun lalu. Kemudian oleh masyarakat dan Polwan diusulkan kembali agar diperkenankan wanita mengenakan jilbab saat dinas.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Al Muzzammil Yusuf menuturkan Mabes Polri memang sudah mengundang desainer pakaian Muslim. Hal itu ada hubungannya dengan aturan pemakaian jilbab bagi para polisi wanita.

Menurutnya, hal itu perlu diparesiasi karena Mabes Polri merespon secara positif aspirasi masyarakat yang mendukung pengenaan jilbab bagi anggota polisi wanita dengan mengundang desainer pakaian muslimah.

Muzzammil berharap rancangan disainer itu akan dijadikan pedoman peraturan Kapolri tentang seragam Polwan muslimah yang ingin mengenakan jilbab.

“Saya dan kawan-kawan di Komisi III DPR sangat mengapresiasi respon cepat Mabes Polri ini. Ini membuktikan kepekaan para petinggi Polri terhadap aspirasi anggotanya dan masyarakat,” katanya.

Sejauh ini desain jilbab untuk Polwan sudah ada beberapa pilihan. Dari desain yang menutup dada serta ada kerah untuk menempel lencana, sampai jilbab langsungan yang bisa dilepas sebagai kemudahan Polwan saat harus memakai baret atau topi polisi.

“Doakan saja, karena selain untuk keindahan, desain ini semata-mata hanya alat untuk memudahkan para Polwan muslimah dalam menggunakan pakaian yg syar’i,” katanya (H.Terbit)