Kudeta mursiPhoto: Youtube

Kairo – Presiden Mesir Mohammed Mursi akhirnya lengser dari kekuasaannya, setelah habis masa  ultimatum mioliter yang  intinya memberi waktu 48 jam kepada Presiden Mursi dan semua kekuatan politik untuk bersatu menyelesaikan krisis. Bila tidak terpenuhi maka militer akan mengambil langkah tegas.

Akhirnya Komandan Militer Jendral  Abdel Fattah Al Sisi melengserkan  Presiden Mohammad Mursi pada hari Rabu dan mengumumkan kepala Agung Mahkamah Konstitusi sebagai pemimpin sementara.  Morsi tidak lagi menjabat sebagai presiden dan konstitusi Mesir dibekukan.

“Presiden Mohammad Mursi telah gagal untuk memenuhi tuntutan rakyat Mesir,” kata Abdel Fattah al-Sissi dalam pidato televisi kepada rakyat Mesir.

Dia mengatakan bahwa konstitusi berwarna Islam yang telah disusun akan ‘ditangguhkan’ dan pemilihan awal presiden dan pemilihan parlemen akan diselenggarakan, sementara kabinet teknokrat akan ditunjuk untuk menjalankan negara selama periode transisi, dengan masa yang belum dijelaskan.

Kepala militer mengatakan akan ada komite yang bertugas mengkaji konstitusi.

Komite rekonsiliasi nasional akan melibatkan gerakan pemuda, kata Jenderal Sissi, menambahkan bahwa tentara menyepakati peta jalan politik dengan tokoh-tokoh politik dan publik lainnya.

Memimpin Mesir dengan kombinasi Muslim dan Kristen untuk  mendukung peta jalan.

Ahmed al-Tayeb, imam besar Masjid al-Azhar, , dan Paus Tawadros – kepala Gereja Koptik – memberikan pidato singkat setelah pengumuman roadmap dari pihak militer.

Al Tayeb menyerukan pemilihan presiden lebih awal, sementara Tawadros mengatakan roadmap militer menawarkan visi politik dan akan menjamin keamanan semua orang Mesir.

Pemimpin oposisi Mohammad El Baradei, pada giliran pidatonya, mengatakan bahwa revolusi 2011 – yang menggulingkan Presiden Mesir Mubarak  – kini telah kembali diluncurkan (terhadap Mursi).

&nbsp

.