femenstockholmFemen di masjid  ditangkap polisi Kota Stockholm . ©AFP

Stockholm – Tiga pegiat feminis Femen kemarin menggelar protes telanjang dada di dalam masjid di Ibu Kota Stockholm, Swedia, sebelum akhirnya digiring polisi.

Seperti dilansir Alarabiya.net Ahad (30/6/ 2013). Tiga orang  wanita itu menerobos masuk  ke masjid dan merobek jubah hitam mereka hingga  telanjang dada. Di tubuhnya ditulisi   dengan slogan-slogan  “Jangan ada  syariah di Mesir dan dunia” dan “Tubuhku adalah milikku, bukan untuk kehormatan orang lain”.

Ketiga  wanita  itu berteriak “Bebaskan Wanita s”, “Jangan ada  Syariah” dan “Jangan ada  ada Penindasan”.

Masjid itu dalam keadaan kosong hanya ada  beberapa karyawan dan beberapa anggota pers yang telah diberitahu duluan adanya rencana  protes .

Pegawai Masjid kemudian  menelepon polisi  dan akhirnya ditangkap. Mereka  tidak menjelaskan mengapa  protes dalam sebuah masjid yang  kosong.

“Mereka ditangkap atas tuduhan pelanggaran prilaku ,”  kata  komandan polisi Jonas Svalin.

Para wanita dilaporkan berasal dari Mesir, Tunisia dan Swedia, meskipun polisi belum  bisa memastikan identitas atau kewarganegaraan mereka.

Kelompok Femen didirikan pada tahun 2008 di Ukraina, ketiga perempuan itu menerobos masuk ke dalam masjid dan membuka jaket hitam mereka. Di tubuh mereka terlihat tulisan “Jangan ada syariah di Mesir dan di dunia” dan “Tubuhku adalah milikku, bukan untuk kehormatan orang lain.”

Mereka juga berteriak “Bebaskan Perempuan”, “Jangan ada Syariah” dan “Jangan ada penindasan”

Ketika mereka masuk masjid itu sedang kosong dan hanya ada dua pegawai dan sejumlah wartawan yang diberitahu akan ada protes itu.

Pegawai masjid kemudian melapor polisi dan mereka pun akhirnya ditangkap. Mereka tidak menjelaskan kenapa mereka menggelar aksi itu di masjid yang kosong.

“Mereka ditangkap atas tuduhan pelanggaran perilaku,” kata Komandan Polisi Jonas Svalin.

Ketiga perempuan itu dilaporkan berasal dari Mesir, Tunisia, dan Swedia.

Kelompok Femen yang didirikan pada 2008 di Ukraina, mereka merupakan kumpulan pegiat feminis radikal yang biasa dikenal dengan demo telanjang dada. Mereka menentang pelecehan terhadap perempuan dan institusi keagamaan.