Munarman siram thamrin

Jakarta – Sosiolog Universitas Indonesia, Thamrin Tamagola, disiram air oleh juru bicara Front Pembela Islam, Munarman, saat menjadi pembicara dalam dialog Apa Kabar Indonesia Pagi di TV One Jumat 28 Juni 2013 .  Thamrin yang mengenakan baju batik itu terlihat sangat terkejut saat disiram air dari gelas oleh Munarman yang mengenakan kemeja putih. Dia hendak mengelak namun air dari gelas itu terlanjut tumpah mengenai kepalanya.

Insiden itu terjadi sekitar pukul 07.45 WIB saat acara diskusi Apa Kabar Indonesia Pagi di Tv One membahas pelarangan sweeping tempat hiburan malam. Semula diskusi berlangsung tenang dan saling berargumen, namun Munarman terpancing emosinya  lantaran sikap Tamrin yang  selalu memotong pembicaraannya.

Saat insiden itu terjadi, dua orang presenter Tv One yang memandu acara berusaha merelai. Tapi baju sang sosiolog sudah tampak basah.

videonya :

Bukan membela Munarman atau FPI karena saya  bukan anggota FPI,  namun  sebagian orang juga mungkin  bakal marah besar kalau lagi mengutarakan pendapat tetapi terus-terusan  dipotong dan sampai lawan bicaranya itu menujuk nunjukkan  jarinya,  padahal itu bukan debat tetapi dialog, nampaknya prof Thamrin seperti takut opininya  didepan publik kalah sama  Munarman.

Sebelum ini, pada 2011 lalu Thamrin  Amal Tamagola juga sempat  disidang Masyarakat Dayak seperti dilansir Kalimantannews.com karena memancing kemarahan Warga Dayak hingga marak demo dimana mana  dan menjadi bulan-bulanan Suku Dayak.

Warga Dayak marah karena Tamagola, mengatakan bahwa video porno dengan pemeran musisi Ariel Peterpan (sekarang NOAH_red) tidak meresahkan bagi sebagian masyarakat Indonesia. Menurutnya, sebagian masyarakat Indonesia menganggap hal itu biasa.

Tamrin juga mengatakan, contoh masyarakat yang tidak resah terhadap video tersebut adalah masyarakat suku Dayak, sejumlah masyarakat Bali, Mentawai, dan masyarakat Papua.

“Dari hasil penelitian saya di Dayak itu, bersenggama tanpa diikat oleh perkawinan oleh sejumlah masyarakat sana sudah dianggap biasa. Malah, hal itu dianggap sebagai pembelajaran seks,” kata Tamrin, seperti dikutip Kompas.com.

Foto foto warga Dayak protes terhadap pernyataan Thamrin Amal Tamagola

thamrin tamagola ariel

Dayak protes thamrin1

Dayak protes thamrin2

Warga Dayak memprotes pernyataan thamrin2

Atas ucapan Tamagola tersebut, Majelis Adat Dayak marah karena dinilai melecehkan suku mereka. Tamagola kemudian dituntut meminta maaf kepada seluruh masyarakat Dayak di hadapan sidang adat dayak. Permintaan maaf itu melalui media cetak dan elektronik baik lokal maupun nasional serta media adat Dayak. ”Selain itu dikenai denda adat menyerahkan 5 pikul garantung (gong) dan menanggung biaya upacara perdamaian adat sebesar Rp 87 juta,” ujar Lewis (Ketua sidang majelis adat Dayak) dalam sidang adat Dayak di Jalan Jenderal Sudirman dan DI. Panjaitan, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, seperti dikutip Tempo.co.