Dr AdrianJakartra- Demi terlaksananya perhelatan Miss World di negeri mayoritas Muslim bernama Indonesia, maka dikatakanlah ajang kecantikan kali ini lebih sopan, tak berbikini, kalau perlu mengenakan kebaya.

Apakah dengan demikian ajang Miss World menjadi sah dalam pandangan Islam?

Persoalannya bukan sekadar mengenakan kebaya, tutup aurat atau umbar fisik, dan lainnya. Masalah utamanya, motif dan landasan awal diselenggarakannya ajang itu sendiri jelas sangat jauh dari nilai-nilai Islam dan bahkan jadi ‘alat’ Zionis–seperti disebut dalam misinya–untuk menguasai bangsa non-Yahudi (terutama para pemuda Islam) dengan modus memperbanyak show-show yang cenderung bermuatan kebebasan dan dekadensi moral (akhlak).

Saking “genit”nya agar Miss World ke-13 ini dilaksanakan di Indonesia, kalangan Muslim yang tak paham atau sudah lupa dengan materi Al-Ghazwul-Fikri (invasi pemikiran/budaya), maka mereka mencoba meyakinkan dengan dalih ajang ini lebih sopan dari sebelumnya, di samping jadi promosi budaya dan meningkatkan arus wisatawan!

Hmm…Begitu mudahkah kita menggadaikan akidah (keyakinan), hukum dan izzah (harga diri & kemuliaan) Islam hanya dengan perkataan “lebih sopan” serta untuk “promosi budaya dan meningkatkan arus wisatawan”? Apakah kita ingin menukar surga Allah yang hanya satu-satunya itu dengan harga dunia yang semurah ini?

Bahkan seperti diungkap cendekiawan Muslim DR Adian Husaini, “Ada yang ngusulin, pakai jilbab juga. Kita ubah konsepnya, tak pakai bikini.”

Kata Adian, meskipun pesertanya semua memakai mukena, bahkan memakai cadar sekalipun tetap tidak dapat dibenarkan. Sebab penilaian dalam kontes kecantikan adalah penilaian fisik, walaupun hal itu coba ditutup-tutupi dengan istilah 3B (Beauty, Brain and Behaviour).

“Itu kontes Miss World pakai mukena aja salah. Pake cadar aja salah. Karena yang dinilai fisiknya,” ujar Adian dalam diskusi peradaban di Masjid Raya Pondok Indah, Jakarta, Senin (17/6/2013).

Kata Adian, jelas ajang ini menilai fisik. “Tidak mungkin, orang pincang bisa menang, meski dia pintar. Tidak mungkin orang bisu menang, juga tidak mungkin nenek-nenek bisa menang,” jelasnya.

Seperti diketahui, perhelatan Miss World 2013 rencananya akan digelar di Indonesia, tepatnya di Bali dan Sentul, Bogor, Jawa Barat, September mendatang.

Adian mengungkapkan, media massa “Israel” sendiri sudah memblow-up bahwa peserta Miss World di Indonesia akan mengenakan sarung Bali.

Menurut Adian, begitulah cara Iblis menjerumuskan manusia. Berbagai cara mereka tempuh untuk mensukseskan agendanya. “Saya salut sama iblis. Dia udah lulus doktor di surga. Bidangnya satu: penyesatan. (Ilmunya) Linear,” kelakar Adian, dikutip dari Suara-Islam Online, Senin (17/6/2013).

Chairperson Miss Indonesia Organization, Liliana Tanoesoedibjo, seperti dikutip Okezone, Senin (17/6/2013) mengakui soal pemakaian Sarung Bali ini.

Menurutnya, pemakaian bikini pada sesi Beach Fashion akan ditiadakan. Namun kain Sarung Bali yang beraneka warnalah yang akan dikenakan finalis Miss World 2013 pada sesi tersebut.

“Untuk kali ini kita berbeda, karena di Bali pun akan ada Beach Fashion, yang mana akan pakai sarung Bali yang akan berbeda dengan tahun lalu, juga tahun-tahun sebelumnya,” ujar Liliana seperti dikutip Suara-Islam Online, Senin (17/6/2013).

Sekali lagi, seperti dikatakan DR Adian, mau pakai mukena dan cadar sekalipun, ajang ini tetap batil! (Salam)