grammatophyllumGrammatophyllum

BATAM — Tim peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), menemukan beberapa tanaman langka di hutan-hutan Batam dalam eksplorasi pendataan tumbuhan yang akan dikumpulkan pada pembangunan Kebun Raya Batam.

Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Batam, Ardiwinata yang menemani tim peneliti LIPI di Batam, Kamis (13/6), mengatakan, di Hutan Sei Temiang dan Sei Harapan ditemukan Aquilaria hirta (pohon Gaharu/candan) yang merupakan tumbuhan langka di dunia.

Tim juga menemukan Nephentes, yang merupakan kantong semar varietas baru, anggrek raksasa, yang terbesar di dunia Grammatophyllum dan Calophyllum lanigerum (pohon bintangur).

Ia mengatakan, beberapa peneliti dan masyarakat mempercayai Calophyllum dapat digunakan untuk mengobati HIV/AIDS.
Dengan penemuan beberapa tanaman langka, diharapkan Kebun Raya Batam dapat menjadi pusat konservasi flora pesisir di Indonesia.

“Kami benar-benar berharap rencana LIPI, Kebun Raya Bogor bersama Pemkot Batam membangun Kebun Raya Batam benar-benar terealisir karena potensinya ada,” katanya.

Sebelumnya, saat meninjau lahan Kebun Raya Batam, Kepala Kebun Raya Bogor, Mustaid Siregar mengatakan, Batam memiliki 80 tumbuhan endemik yang tumbuh di hutan-hutan konservasi. Menurutnya, endemis paling istimewa adalah Bintangor yang asli Batam. Bintangor merupakan tumbuhan pesisir yang berguna dijadikan obat-obatan.

Pada pertengahan 2012, Pemkot Batam menandatangani nota kesepahaman dengan LIPI untuk membangun Kebun Raya Batam. Usai menandatangani MoU, Ketua LIPI Lukman Hakim mengatakan pembangunan kebun raya di daerah diperlukan untuk melestarikan kekayaan hayati yang nyaris punah. (ROL)