ayesha-farooqAyesha Farooq (26),  pilot pesawat tempur perempuan Pakistan

Jakarta – Sungguh aneh dinegara yang mayoritas penduduknya muslim bahkan jumlah muslimnya paling banyak didunia polisi wanitanya (Polwan) dilarang berjilbab . Polri tidak memperbolehkan Polwan berjilbab dengan alasan  adanya Perkap yang sudah mengatur soal seragam Polwan.

Sebelumnya Wakil Kapolri Komjen Nanan Soekarna menerangkan aturan di kepolisian tidak boleh berjilbab. Di lingkungan Mabes Polri masih terdapat kekhawatiran kinerja Polwan akan terganggu jika mengenakan jilbab. Karenanya aturan penggunaan jilbab belum masuk dalam regulasi mengenai pakaian dinas Polri. (itoday).


Ada lagi alasan yang tak masuk diakal  dikaitkan  penambahan anggaran seperti  pernyataan Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Agus Rianto. Menurutnya, penambahan jilbab jika diberlakukan akan berdampak umum. Sehingga Polri harus menambah kocek tambahan. “Karena kalau pakaian (jilbab) itu dibagikan berarti anggarannya lain lagi,”ujarnya. (Republika.co.id).

Kekhawatiran  Polwan kinerjanya  terganggu  seandainya pakai jilbab, sepertinya  alasan yang  kurang  bisa diterima, karena polwan di Aceh sudah pakai jilbab, Bahkan  tentara perempuan pakai jilbab juga  menurutku sepertinya tidak akan terganggu kinerjanya.

Ayesha Farooq, Pilot Jet Tempur Perempuan Pertama Pakistan yang mengenakan jilbab , dia  merasa tidak terhambat kinerjanya karena menggunakan jilbab. Photo-photo dan videonya-nya bisa dilihat dibawah ini :

Ayesha Farooq, 26, Pakistan's only female war-ready fighter pilot, climbs up to a Chinese-made F-7PG fighter jet at Mushaf base in SargodhaAyesha Farooq (26), pilot pesawat tempur perempuan Pakistan,bersiap naik ke atas jet tempur F-7PG buatan Cina di pangkalan udara Mushaf di Sargodha, Pakistan (7/6). (Reuters)

Ayesha Farooq (26), merupakan salah satu pilot perempuan pertama yang siap tempur dan bertugas di Angkatan Udara Pakistan. Mengenakan jilbab, tidak menghambat aktivitas Ayesha Farooq dalam bertugas menerbangkan jet tempur F-7PG  buatan Cina yang berbasis di pangkalan udara Mushaf di Sargodha, Pakistan.

Ayesha Farooq, 26, Pakistan's only female war-ready fighter pilot, walks with Wing Commander of Squadron 20 Nasim Abbas and her colleagues toward a Chinese-made F-7PG fighter jet at Mushaf base in SargodhaAyesha Farooq (26), pilot pesawat tempur perempuan Pakistan berjalan bersama komandan

skuadron 20, Nasim Abbas (kedua kanan) dan rekan pilot tempur lainnya menuju

jet tempur F-PG buatan Cina di pangkalan udara

Ayesha Farooq, 26, Pakistan's only female war-ready fighter pilot, performs a pre-flight check on a Chinese-made F-7PG fighter jet at Mushaf base in SargodhaAyesha Farooq (26), pilot pesawat tempur perempuan Pakistan,melakukan pengecekan rutin

sebelum menerbangkan jet tempur F-7PG buatan Cina di pangkalan udara Mushaf di Sargodha, Pakistan (7/6).

Ayesha Farooq, 26, Pakistan's only female war-ready fighter pilot, talks with avionics engineer Anam Hassan, 24, at Mushaf base in SargodhaAyesha Farooq (kanan), pilot pesawat tempur perempuan Pakistan berbincang bersama rekannya

avionics engineer Anam Hassan (kiri)di pangkalan udara Mushaf di Sargodha, Pakistan (7/6). (Reuters)

Ayesha Farooq, 26, Pakistan's only female war-ready fighter pilot, poses for photograph as she sits in a cockpit of a Chinese-made F-7PG fighter jet at Mushaf base in SargodhaAyesha Farooq, 26 tahun, duduk di kokpit pesawat jet tempur F-7PG di pangkalan udara Mushaf, Sargoda, Pakistan (6/6).

Ia adalah satu-satunya pilot perempuan pesawat jet berkualifikasi tempur di Angkatan Udara Pakistan. (REUTERS)

ayesha-farooq10Ayesha Farooq saat menghadiri brifing bersama rekan-rekannya sesama pilot jet tempur

di pangkalan udara Mushaf, Sargodha, Pakistan (6/6). Jumlah tentara perempuan di Pakistan

semakin meningkat seiring perubahan persepsi terhadap wanita di negara ini. (REUTERS)

Ayesha Farooq, 26, Pakistan's only female war-ready fighter pilot, gives the thumb-up sign from the cockpit of a Chinese-made F-7PG fighter jet at Mushaf base in SargodhaAyesha Farooq (26), pilot pesawat tempur perempuan Pakistan mengangkat jempol saat

duduk di kokpit jet tempur F-7PG buatan Cina di pangkalan udara Mushaf

di Sargodha, Pakistan (6/6). (Reuters)

ayesha-farooq11

Ayesha Farooq bersiap menerbangkan pesawat jet tempur F-7PG di pangkalan

udara Mushaf, Sargodha, Pakistan (6/6). Selain Ayesha, ada lima pilot perempuan

penerbang jet tempur lainnya yang akan menjalani test kualifikasi tempur akhir. (REUTERS)

Ayesha Farooq, 26, Pakistan's only female war-ready fighter pilot, shops at the market of Mushaf base in SargodhaAyesha Farooq (kiri), mengenakan pakaian seperti layaknya perempuan Pakistan lainnya saat berbelanja

dekat pangkalan udara Mushaf di Sargodha, Pakistan (7/6). (Reuters)

Videonya :