wanitapertama-astronotValentina Tereshkova

Moskow -Pada 16 Juni 1963, 50 tahun yang lalu, seorang gadis asal Uni Soviet mencatatkan namanya dalam sejarah gemilang perjalanan antariksa. Sebagai perempuan pertama yang menjelajah ke luar Bumi. Di usianya yang muda, 26 tahun, dengan pesawat Vostok 6. Ia mengarungi angkasa luar selama 3 hari. Sendirian.

Namanya, Valentina Tereshkova. Ia bukan dari keluarga terpandang, apalagi kaya raya. Ayahnya hanya seorang sopir traktor, ibunya buruh pabrik tekstil.

Pendidikannya pun tak tinggi. Ia drop out di usia 8 tahun, belajar mandiri, dan mengikuti jejak orangtuanya masuk kelas pekerja. Kecintaannya pada terjun payung atau skydiving, kedisiplinan, dan rivalitas sengit Uni Soviet- Amerika dalam penjelajahan angkasa luar menjadikan Valentina dari orang biasa, menjadi perempuan luar biasa.

Ia dielu-elukan sebagai pahlawan kaum proletar sekaligus ikon persamaan gender sepanjang masa.

Buruh Pabrik Tenun

Masa muda Valentina berkisar antara alat tenun logam di pabrik tekstil Krasniy Perekop, Yaroslavl, sekitar 150 mil dari Moskow, dan Liga Muda Komunis.

“Di sini Valentina Tereshkova dulu bekerja,” kata Direktur pabrik, Pyotr Shelkoshwein, menunjuk ke mesin penenun, seperti dimuat BBC. Pyotr masuk ke pabrik bersamaan waktunya dengan sang kosmonot.

Di waktu senggangnya Valentina berlatih terjun payung. Kala itu, di tahun 1960-an, hampir setiap kota di seantero Uni Soviet punya klub parasut.

Karena kecakapannya sebagai penerjun payung, Valentina terpilih menjadi calon kosmonot. Sebenarnya ada 4
perempuan lain yang dilatih bersamanya, tapi perempuan kelahiran 6 Maret 1937 itu adalah kandidat favorit.

Pemimpin Soviet kala itu, Nikita Khrushchev menyukainya karena dua alasan: wajah Valentina yang terlihat segar, dan potensinya sebagai alat propaganda. Terkait yang terakhir, ayah Valentina, Vladimir sang sopir traktor, tewas di perbatasan dengan Finlandia pada Perang Dunia II.

Perjalanan ke luar angkasa bukannya tanpa hambatan. Dalam buku harian pelatihnya, Nikolai Kamanin, disebut bahwa Valentina muntah dalam kapsul. Kosmonot perempuan itu juga dituduh ketiduran dan gagal berkomunikasi dengan pusat kontrol ketika fase memasuki Bumi.

Namun, informasi itu dibantah putri Valentina, Elena. “Aku membaca soal itu, tapi tak benar. Ibuku mengatakan, sejumlah orang iri dengan pencapaiannya. Dan saat itu situasi sangat kompleks,” kata dia.

Keberhasilan Valentina ke luar angkasa dirayakan melalui lagu-lagu patriotik, wajahnya menjadi gambar perangko, planetarium dibangun di kampung halamannya. Kemudian ia menikah dengan rekan sesama kosmonot, Andriyan Nikolayev. Saat pasangan istimewa itu memutuskan bercerai, mereka bahkan harus mengantongi izin dari Leonid Brezhnev, Sekjen Partai Komunis Uni Soviet.

Misi Terakhir: ke Mars

Meski usia telah sepuh, Valentina Tereshkova, kini 76 tahun, punya mimpi yang lain: menjadi orang pertama yang menjejakkan kakinya ke Mars.

“Tentu saja aku bermimpi ke Mars, untuk mencari tahu apakah ada kehidupan di sana,” kata dia seperti dimuat IANS. “Jika pernah ada, mengapa kini punah? Bencana apa yang telah terjadi?”

Ia tak peduli meski itu adalah perjalanan sekali jalan. Tak ada kesempatan kembali. Bersiap menghabiskan usia di Planet Merah. “Aku siap,” tegas dia.

Valentina secara khusus juga mengomentari potensi perjalanan wisata ke luar angkasa, yang kini menjadi proyek ambisius para triliuner dunia.

Menurut dia, yang berhak ke luar angkasa adalah para ilmuwan dan astronot profesional, bukan mereka yang mampu membayar dengan nilai tertinggi. Para hedonis yang ingin mencicipi sensasi di luar Bumi.

“Seharusnya orang-orang tertentu yang punya keahlian yang ke luar angkasa. Sebab, meski ada banyak perjalanan ke luar Bumi, lebih dari 50 astronot dikirim, banyak hal yang masih harus dipelajari,” ungkap Valentina. (Liputan 6)