zakaria-umar hadi1Gaya Kepala BKPMD Provinsi Babel Zakaria Umar Hadi

Jakarta – Entah apa isi kepala sang PNS  preman  yang jadi Kepala BKPMD (Badan Kooordinasi Penanaman Modal Daerah) Provinsi Babel Bangka Belitung Zakaria Umar Hadi, Tingkah arogannya memukul pramugari Sriwijaya Air sungguh membuat rakyat Indonesia terperangah. Entah apa yang dia  banggakan hanya menyandang  jabatan Kepala Dinas suatu daerah, gaya arogannya sudah seperti itu, bagaikan raja-raja kecil daerah yang petantang-petenteng. berbuat seenaknya. Tak tahu malu….  jabatan itu amanat bukan untuk dampratin orang, apalagi yang digebuknya perempuan.

Sungguh norak dan memuakkan gaya arogan  sang Kepala BKPMD Provinsi Babel  Zakaria Umar Hadi ini .  Dia memukul keras menggunakan  gulungan koran seorang pramugari Sriwijaya Air SJ 078 bernama Nur Febriani (31) pada bagian leher hingga belakang telinga sebelah kiri setelah mendarat disaat akan turun di Bandara Pangkalpinang Kamis (6/6/2013). Ha ha ha   Zakaria zakaria…hanya punya nyali sama  seorang perempuan.

nur febrianiPramugari Sriwijaya Air SJ 078 Nur Febriani

Sabtu (8/6/2013) penyidik Polsek Pangkalanbaru menghadirkan seorang saksi penumpang yang mengetahui kejadian tersebut, Inten. Bangka Pos (Tribunnews.com Network) sempat mewawancara saksi Inten sebelum disidik. Inten mengungkapkan, saat kejadian tersebut ia tidak mengenal Zakaria. Saat itu ia melihat tersangka Zakaria sempat marah-marah kepada pramugari, Nur Febriani. “Bapaknya keluar dari pintu belakang. Lalu marah-marah. Kemudian memukulkan koran yang dipegangnya ke dinding (kabin) lorong pintu keluar. Kemudian memukul lagi ke arah leher,” kata Inten.

Ia kaget saat Zakaria memukul pramugari tersebut. Ia pun mencoba untuk keluar. Tapi terhalang, pertengkaran Zakaria dan pramugari.

Diintip dari beberapa sumber,  Zakaria Umar Hadi seorang PNS yang  pernah kuliah Magister Ilmu Administrasi di STIAMI Depok-Jabar. Pernah menjabat sebagai PNS di Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, lalu di Bappeda Babel (Agustus 2008-Maret 2010) dan sekarang sebagai Kepala Dinas BKPMD Babel. Kalau dilihat latar belakang  pendidikannya harusnya si- Zakaria Umar Hadi tidak arogan da temperamental serta  berutal seperti itu akan tetapi rupanya dia berbeda, layaknya bagai seorang yang tidak pernah mengenyam pendidikan.

Kuasa hukum Zakaria Umar Hadi bernama Ellisa mengatakan bahwa kliennya salah paham dan dalam keadaan labil karena istri Zakaria Umar Hadi dalam keadaan sakit keras dan diopname. Apalagi sikap pramugari sewaktu menegur untuk mematikan Hp dinilai kurang ramah dan hal inilah yang memicu pemukulan. Bahkan dari pihak Sriwijaya air mengatakan bahwa peneguran untuk mematikan Hp disampaikan secara sopan oleh Febriani, akan tetapi ditanggapi oleh Zakaria Umar Hadi dengan marah-marah dan emosi disaat pesawat akan tinggal landas.

Alasan pemukulan yang dilakukan si-Zakaria Umar Hadi, karena sang pramugari Febriani memintanya agar mematikan Hp yang ada ditangannya yang sedang menyala, karena pesawat akan segera take off dari Bandara Cengkareng menuju Bandara Pangkalpinang. Mungkin karena si- Zakaria Umar Hadi merasa sebagai seorang pejabat daerah dan menjabat Kepala Dinas, merasa privasinya dan gengsinya terganggu, walaupun kemudian si-pejabat norak ini mematikan juga Hp-nya. Zakaria Umar Hadi  sebenarnya sangat paham akan aturan untuk mematikan Hp disaat dalam perjalanan udara. Satu jam sesampainya di Bandara Pangkalpinang disaat akan turun didekat pintu keluar, disitulah si- Zakaria Umar Hadi marah-marah kembali dan menampar dengan gulungan koran telinga bagian belakang pramugari Febriani yang merupakan bagian yang sangat sensitive dan bisa geger otak akibatnya. Dalam hal ini, seharusnya Febriani melakukan fisum dari dokter ahli disertai berbagai foto memar untuk disertakan dalam pengaduan kepada Polisi setempat.

Dalam keterangan pers yang dilakukan Mapolsek Pangkalan Baru Kapolres Pangkalpinang AKBP Bariza Sulfi, bahwa setelah dilakukan pemeriksaan yang intensif terhadap tersangka dan saksi, pelaku Zakaria Umar Hadi telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan di Mapolsek Pangkalan Baru. Ancaman hukumannya akan dikenakan KUHP Pasal 351 ayat (1) dengan ancaman hukuman 2 Tahun 8 Bulan.

Pelajaran yang bisa diambil dalam insiden ini adalah :

1. Dari pihak maskapai penerbangan, seharusnyalah menegur para penumpang dengan cara sopan dan santun dan tidak ada alasan para pramugari merasa letih dan dampak stress dalam penerbangan sehingga sapaan kepada para penumpang berkesan tidak sopan. Hal ini selalu terjadi diberbagai maskapai penerbangan lainnya.

2. Banyak para penumpang dewasa pria maupun wanita yang merasa harus diladeni secara maksimal dan terkadang agak manja tak menentu layaknya seperti anak-anak meminta dan berharap layanan yang berlebihan. Penumpang seperti ini biasanya adalah dari kalangan pejabat PNS serta para Kepala Dinas yang selalu dimanja para bawahan kedinasan didaerahnya

Pejabat seperti si- Zakaria Umar Hadi sangat banyak diberbagai daerah, meperhatikan peristiwanya, kepada orang lain saja bersikap arogan seperti itu, apalagi kepada para karyawan PNS bawahannya. Hendaknya kasus ini dijadikan introspeksi kepada kita semua agar selalu ikhlas dan patuh menerima kondisi tata tertib dalam sebuah perjalanan apalagi ini suatu perjalanan penerbangan udara yang kompleks persyaratan keamanannya. Kita sangat berharap kepada setiap Gubernur, Bupati, Walikota di berbagai daerah agar menjadikan setiap kejadian konyol seperti ini melakukan pemecatan dan dijadikan ajang momentum pembersihan pejabat tinggi PNS kotor diseluruh Indonesia.

Sumber :  detik.com, tempo.co.id, radarbangka.co.id, wikipedia.com, tribunnews.com, kompassiana.com