Membuka Tirai Topeng Hizbullah Bag.1

hezbollahLogo Organisasi Syiah Hizbullah di Libanon

Segala puji bagi Allah, Rab semesta alam. Salawat dan salam kepada Nabi dan Rasul yang paling mulia, yaitu Nabi kita Muhammad Salla Allahu alaihi wa Sallam dan keluarga, serta semua sahabatnya.

Belakangan ini, di media-media mainstream kita sering mendengar nama “Hizbullah”, terutama seiring dengan meningkatnya eskalasi pertempuran di Suriah, dimana rakyat Suriah bersama para mujahidin yang tulus bertempur melawan penguasa tiran Bashar Assad yang didukung oleh kelompok Syiah.

Namun, saat ini kebanyakan umat Islam berada dalam kondisi yang sangat mencengangkan. Bagaimana tidak, umat saat ini terkecoh dengan hakikat Pergerakan Syiah Lebanon yang bernama Hizbullah. Sampai ada beberapa orang Sunni yang bodoh mengaku telah mencium dahi Hassan Nasrallah. Dia adalah pemimpin Hizbullah dan dinobatkan sebagai pahlawan. Tidak diragukan lagi bahwa ketidaktahuan ini merupakan kebodohan besar. Bodoh terhadap Pergerakan Hizbullah, tujuan darinya, doktrin-doktrin yang dijadikan panutan, dan sejarah yang ternoda dengan darah orang yang tidak bersalah.

Semoga Allah meridlai Al Faruq, Umar bin Khatab ketika berkata: “Akan terlepas ikatan-ikatan Islam satu demi satu, ketika yang masuk Islam orang yang tidak mengetahui kejahiliyahan.”

Hari-hari ini kita bisa melihat sebuah realita, santer terdengar pujian yang berlebihan kepada kelompok Hizbullah dan juga pemimpinnya, Hasan Nasrallah. Kita teringat hari, di mana Khomeini mengumumkan berdirinya Negara Republik Islam Iran! -seperti yang mereka sangka-. Sehingga banyak kalangan Ahli Sunah yang tertipu. Bahkan sampai ada yang datang ke Iran hanya untuk mengucapkan selamat kepada Khomeini atas berdirinya negara tersebut. Mereka menyangka Iran akan menjadi sebuah Negara Islam. Akan tetapi mimpi mereka sirna, harapan mereka buntu ketika fakta menjelaskan pada mereka dan kepada yang lainnya bahwa tujuan Khomeini adalah mendirikan Negara Syiah, yang tujuan utamanya adalah menyebarkan Syiah di Dunia Islam.

Kita harus mengetahui perkara penting ini. Bahwa Israel hanyalah kedok Zionis, yang berupa racun busuk dalam tubuh Umat Islam. Kita sebagai umat Islam sangat senang dan bahagia dengan setiap musibah yang menimpa Zionis, baik berupa gangguan dan kerugian jiwa dan harta mereka dari siapapun datangnya. Orang-orang Yahudi tidak lain hanyalah pembunuh para Nabi dan musuh para Rasul. Siapa saja bisa melihat sejarah kelam mereka, sejarah kehinaan dan catatan hitam mereka dalam Islam.

Tetapi dengan bukti-bukti yang ada, kami tidak akan lupa tentang hakekat dan tujuan serta angan-angan terwujudnya Negara Syiah Persia Raya di kawasan tersebut. Dimulai dari Iran sampai Lebanon melalui Irak yang telah hancur. Hal itu semua dilakukan dengan topeng perlawanan semu dan mengangkat isu Palestina.

Oleh karena itu, kami dengan bertawakkal kepada Allah tentunya, akan menulis serangkaian tulisan untuk bumisyam.com yang akan menjawab beberapa pertanyaan seputar kelompok Hizbullah. Hal itu untuk menjelaskan hakikatnya dan menyingkap rahasia tersembunyi kepada kaum muslimin.

Kapan Muncul Hizbullah Lebanon?

Kelompok syiah Hizbullah didirikan di Lebanon pada tahun 1982, tetapi baru masuk ke arena politik pada tahun 1985. Kelompok ini lahir dari rahim gerakan Syiah di Lebanon yang bernama Harakat Amal (Gerakan Amal), yang didukung oleh Iran.

Mulanya, nama gerakan ini sesuai nama induknya yaitu Pergerakan Syiah Amal, lalu berganti dengan “Pergerakan Islam Amal” untuk memperluas ruang lingkupnya guna mencakup seluruh Umat Islam. Hal itu dikarenakan peran Pergerakan Amal terbatas pada skala politik Syiah Lebanon saja. “Pergerakan Islam Amal” inilah yang mengurusi penyebaran Syiah di Lebanon dan dunia Islam, dengan mengangkat slogan pejuang perlawanan yang akan membela umat dan melindungi tempat-tempat sucinya.

Mengingat “Pergerakan Syiah Amal” yang penuh dengan kekejaman dan kejahatan yang keji, hal itu tidak akan merubah pandangan umat terhadap Pergerakan di bawahnya yaitu “Pergerakan Islam Amal” dari tugas membela umat. Khawatir akan hal itu, maka dibuatlah kelompok baru yang saat ini dikenal sebagai ‘Hizbullah’.

Setelah perubahan nama itu, diumumkanlah citra bersih mereka. Disebarlah informasi kepahlawanan mereka melalui media fiktif yang sebelumnya mereka adalah pembantai, pembunuh di Sabra Shatila, dan Burj Barajneh. Bagaimana bisa orang-orang ini disebut Mujahidin yang akan menjadi penakluk hari ini!

Ini semua adalah promosi yang dramatis, sandiwara untuk mengelabuhi umat dan orang awamnya. Orang yang tidak mengerti tentang agama, tidak tahu aqidah yang benar, tidak membaca sejarah. Bahkan menilai orang hanya melalui informasi media sesat yang tidak membangun kemuliaan atas dasar ilmiah yang benar dan dengan fakta yang ada.

Oleh karena itu Pergerakan ini tampil untuk memainkan peran yang berbahaya pada umat Islam. Peran yang lebih umum dan lebih mencakup daripada Pergerakan Induknya yaitu Pergerakan Syiah Amal. Pergerakan yang telah menfokuskan pada jalan politik Syiah dengan baju sekuler. bersambung…

Oleh : Fajar Shadiq, Aktivis Forum Indonesia Peduli Syam (FIPS), Pemimpin Redaksi An-najah.

Red : Abdul Aziz Al Makassary   (Bumisyam.com)