darinm Darin  Mumtazah

Jakarta – KPK sudah dua kali  memanggil  gadis belia  yang  baru lulus sekolah menengah kejuruan di kawasan Jatinegara,  Jakarta Timur.  Namun   panggilan itu tidak digubrisnya oleh Darin  Mumtazah. Dia malah raib bagaikan ditelan bumi.

Darin yang disebut-sebut sebagai istri rahasia mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq  diburu KPK untuk diminta keterangannya karena dianggap tahu seputar aset-aset Luthfi, namun yang bersangkutan selalu mangkir.

Penyidik KPK  dikabarkan telah mendatangi kediaman Darin untuk menjemput paksa. Namun,  tidak berhasil karena Darin tidak ditemukan di kediamannya di kawasan Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Kamis (30/5/2013).ada di sana.

Menurut Juru Bicara KPK Johan Budi, Seperti dilansir kompas Kamis, 30 Mei 2013, .  Darin yang diduga istri siri tersangka Luthfi Hasan Ishaaq itu tidak dapat lagi diperiksa di tahap penyidikan KPK karena berkas perkara Luthfi sudah dilimpahkan ke tahap penuntutan per hari ini.

Oleh karena itu, Darin akan diperiksa dalam persidangan nantinya.

“Karena berkas sudah naik, Darin tidak jadi diperiksa di penyidikan, tapi nanti Darin akan dihadirkan di pengadilan sebagai saksi untuk memberikan keterangan,” kata Johan di Jakarta.

Johan menuturkan, penyidik KPK tadi pagi mendatangi kediaman Darin dengan membawa surat panggilan sekaligus penjemputan. Namun, Darin tidak ditemukan di rumahnya. Tim penyidik pun, lanjut Johan, menemui ketua rukun tetangga (RT) setempat untuk diminta menjadi saksi bahwa penyidik sudah tiga kali memanggil Darin lengkap dengan surat panggilannya.

“Penyidik menemui ketua RT untuk menyaksikan penyidik memanggil Darin dengan surat panggilan sebagai saksi tersangka LHI (Luthfi Hasan Ishaaq),” ujar Johan.

KPK memeriksa Darin sebagai saksi karena dianggap tahu seputar aset-aset Luthfi. Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengungkapkan, KPK akan mencari tahu peran Darin dengan memeriksa gadis itu. Bambang mengaku belum memperoleh informasi apakah Darin menerima aliran dana Luthfi atau namanya digunakan untuk pengalihan aset Luthfi.

KPK menjerat Luthfi dengan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) setelah menetapkan dia sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kuota impor daging sapi. Terkait penyidikan kasus TPPU, KPK memeriksa orang dekat Luthfi, mulai dari istrinya, Sutiana Astika, dan Lusi Tiarani Agustine, hingga tangan kanannya, Ahmad Zaky.

KPK juga dua kali memanggil Darin, tetapi ia tidak hadir.  Darin pertama kali dipanggil KPK pada 12 April 2013. Saat itu, Darin dipanggil sebagai saksi bersamaan dengan dua istri Luthfi, yaitu Sutiana Astika dan Lusi Tiarani Agustine.

Saat ini, KPK sudah melimpahkan berkas Luthfi Hasan ke penuntutan. Dengan demikian, kasus Luthfi Hasan segera bisa disidangkan.