Masjid YorkMasjid York di Inggris Utara

York –  Buntut dari insiden pembunuhan seorang  tentara Inggris di Woolwich, gejolak unjuk rasa anti Islam dan  serangkaian serangan terhadap masjid di Inggris marak dimana mana. Berbagai macam upaya dilakukan umat islam untuk menurunkan ketegangan yang terjadi.

Ada cara  simpati dan menuai pujian  seperti  yang dilakukan pengurus dan jamaah  Masjid di York, Inggris utara. Tadinya para pendukung kelompok kanan English Defence League (EDL) atau Liga Pertahanan Inggris, berencana menggelar unjuk rasa anti-Islam namun batal setelah pengurus dan jamaah Masjid mengajak main bola dan menawarkan teh serta biskuit kepada para pengunjuk rasa.

Seperti dilansir BBC Rabu, 29/05/2013.  Sebuah masjid di York, di Inggris utara, dipuji setelah menawarkan teh dan biskuit kepada para pendukung kelompok kanan English Defence League (EDL), yang awalnya berencana menggelar unjuk rasa anti-Islam.

Sekitar enam anggota EDL muncul di luar masjid tersebut pada hari Minggu (26/5/2013). Pengurus masjid lalu menawari mereka teh dan setelah itu mereka bermain sepak bola bersama jamaah masjid.

Uskup Agung York, John Sentanu, menyebut keputusan pengurus masjid tersebut ‘fantastik’.

“Teh, biskuit, dan sepak bola adalah kombinasi khas ala Yorkshire. Ini cara ampuh untuk menghadapi pandangan yang keras dan ekstrem,” kata Sentanu.

Pendeta Tim Jones, seorang pengurus gereja, mengatakan, “Saya tahu mereka (pengurus dan jamaah masjid) adalah orang-orang yang cerdas.”

“Ini juga menunjukkan mereka orang-orang yang berani dan memiliki standar moral yang tinggi,” ujar Pendeta Jones.

“Saya kira dunia bisa belajar dari apa yang terjadi di masjid ini,” katanya.

Sempat muncul kekhawatiran akan terjadi bentrok ketika para pendukung EDL setempat menyerukan demonstrasi di luar masjid.

Seruan yang disebar melalui Facebook ini dikeluarkan hanya beberapa hari setelah seorang tentara Inggris tewas dibunuh di daerah Woolwich di London.

Imam Abid Salik, pengurus masjid York, mengatakan ia memang sengaja mengundang masuk para pendukung EDL ke dalam masjid.

“Jamaah datang membawa teh dan biskuit. Mereka mengobrol selama 30 hingga 40 menit dan kemudian mereka masuk. Ini kejadian yang sungguh indah,” kata Imam Salik.