abuse

KARDINAL senior di Australia mengakui telah sengaja menutup-nutupi insiden pelecehan seks terhadap anak-anak di dalam Gereja Katolik.

George Pell, penasihat Paus Franciscus Vatikan, mengatakan pada hari Senin ini (27/5/2013) bahwa kekhawatirana akan skandal seks telah mendorong Gereja Katolik untuk menutup-nutupi tuduhan adanya pelecehan seksual di gereja.

Kardinal tersebut membuat pernyataan dalam menanggapi adanya penyelidikan yang dilakukan oleh Parlemen Victoria dalam kasus pedofilia para imam di negara bagian Victoria.

“Saya sepenuhnya menyesal, dan benar-benar menyesal,” kata Pell kepada anggota parlemen Victoria pada hari terakhir penyelidikan.

“Motivasi utama saya menutup-nutupi hal ini dalam upaya menghormati reputasi gereja,” ujarnya, sembari menambahkan, “Ada ketakutan akan terungkapnya skandal ini.”

Pendeta, yang merupakan salah satu dari delapan kardinal yang dipilih oleh Paus Franciscus untuk menasehatinya terkait reformasi Gereja Katolik, juga mengatakan gereja telah menyadari masalah pelecehan seksual terjadi di kalangan gereja sejak akhir 1980-an, namun gagal untuk menuntaskan masalah tersebut.

“Saya tidak berpikir banyak, jika ada, orang-orang dalam kepemimpinan Gereja Katolik tahu masalah ini dan tersebar luas tentu akan menghebohkan kami yang ada di sini,” tegas Pell.

Pekan lalu, Uskup Agung Melbourne Denis Hart mengatakan bahwa gereja terlalu lambat untuk mengatasi penderitaan para korban dan ditangani dengan sangat tidak sempurna.”

Sebanyak 620 anak dikatakan telah diperkosa oleh imam di Australia sejak era 1930-an. Beberapa korban telah menceritakan penderitaan mereka di persidangan. (Islampos)