video Brutal

Pasuruan -Dunia pendikan kota Pasuruan  Jawa Timur digegerkan dengan beredarnya video kekerasan pelajar perempuan, video dibawah ini menampilkan aksi brutal seorang remaja perempuan  yang menghajar siswa berseragam. Video tersebut sudah menyebar ke kalangan siswa dan warga.

Dari rekaman  terlihat adegan sadis dan brutal sungguh tidak terpuji dan tak patut ditiru. Aksi kekerasan tersebut dilakukan di sebuah teras rumah. Korban diketahui bernama Yunita Sari (16), pelajar kelas 1 SMK PGRI Kota Pasuruan dihajar habis habisan oleh mantan Siswi Sma Negeri 2 Pasuruan yang diketahui bernama Nanda (20),  gara-gara rebutan pacar.

Dalam video tampak pelaku dan korban ngobrol di sofa. Aksi brutal kekerasan diawali ketika pelaku merebut handphone korban. Setelah melihat layar handphone yang diduga membaca pesan, pelaku diam beberapa saat dengan ekspresi penuh amarah.

Selang beberapa detik, pelaku langsung memukul kepala korban. Rangkaian  penganiayaan pun dimulai. Korban dijambak, dipukul, dicakar juga ditendang. Pelaku terus menghajar meski korban tak melawan dan hanya menangis dan meutupi wajahnya yang menjadi sasaran amukan.

Sepurane Mbak, sepurane… (Maaf Mbak, maaf…),” tangis korban meminta belas kasihan.

Selain korban dan pelaku utama, tampak dalam video yang direkam dengan kamera handphone itu 3 siswi mengenakan seragam yang sama dengan korban. Mereka hanya melihat dan sesekali ikut menampar. Ada yang bersedekap layaknya bos. Tampak juga seorang ibu yang mengendong anaknya.

Korban  Yunita Sari (16), pelajar kelas 1 SMK PGRI Kota Pasuruan, dengan diantar orangtuanya melapor kekerasan yang menimpa dirinya ke polisi, Selasa (21/5). Dia mengaku menjadi korban keberingasan Nanda (20), pimpinan geng cewek, mantan siswi SMA Negeri 2 Pasuruan.

Polisi berjanji segera bertindak cepat, karena secara kebetulan rekaman kamera handphone (HP) kekerasan yang dilakukan Nanda, berhasil diperoleh dari para pelajar, setelah rekaman itu beredar luas ke HP siswa-siswi di banyak sekolah di Kota Pasuruan.   Solikin (50), ayah Yunita Sari menjelaskan, putrinya pulang sekolah dalam kondisi memar-memar di sekujur tubuhnya.

Dia mencoba merahasiakan kebrutalan Nanda, remaja putri bertempat tinggal di Jalan Pleret Utara Gang Pandean, Desa Pleret,   Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan. Hampir setahun silam dikeluarkan dari SMA Negeri 2 Pasuruan.

Namun sesudah terus didesak, barulah putrinya mengaku baru saja dihajar habis-habisan oleh Nanda. “Anak saya dituduh hendak merebut pacar anggota geng cewek pimpinan Nanda, lalu dihajar, ditendang dan sebagainya,” ujar Solikin warga Jalan Slamet Riyadi, Gadingrejo, Kota Pasuruan itu. (Berbagai Sumber)

Inilah Videonya:

Video 1

Video 2