asmanPria yang mengaku Asman, tertidur di rumah orang tuanya. (KOMPAS)

Nunukan— Seorang pria membuat gempar Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur. Pria yang mengaku bernama Asman tiba-tiba saja muncul di tengah warga, padahal dia diketahui telah meninggal 13 tahun yang lalu.

Asman tewas tahun 2000 silam dalam kecelakaan sepeda motor saat berboncengan bersama pamannya di Jalan Sedadap, Kecamatan Nunukan Selatan. Saat itu Asman dikebumikan di Pemakaman Kampung Baru depan Kantor Dinas Pekerjaan Umum Nunukan.

Lelaki yang muncul tiba-tiba itu kini masih terbaring lemah di rumahnya di Desa Manurung, Kecamatan Sebatik. Lariu ayah Asman, dan Daria ibunya, membenarkan bahwa Asman telah meninggal dunia 13 tahun yang lalu. Saat ini, keluarga masih mencari kebenaran, apakah sosok lelaki paruh baya tersebut memang keluarga mereka yang telah meninggal dunia di tahun 2000 lalu.

Sejak Senin (20/5/2013) kemarin, kediaman Lariu ramai dikunjungi warga untuk memastikan informasi tersebut. Adapun orangtua Asman berencana melakukan tes DNA terhadap pria yang mengaku sebagai Asman itu. (kompas/Heboh! Tewas 13 Tahun Lalu, Asman Muncul Lagi  )

Tiga Tanda Meyakinkan Hasman Bangkit dari Kubur

makam-hasmanMakam Hasman, di Pekuburan Muslim Kampung Baru, Kecamatan Nunukan Selatan, Selasa (21/5/2013). (Tribunnews)

Seperti dilansir tribunnews  Selasa 21/5/13 . Lariu maupun Daria begitu yakin, pria yang kini berada di rumahnya itu merupakan Hasman, putranya yang meninggal 13 tahun silam. Ada tiga tanda yang meyakinkan keduanya jika pria tersebut memang putranya. Pertama, bekas luka dikakinya. Kedua yang bersangkutan saat berada di Lahad Datu, Sabah, Malaysia menyampaikan jika ayahnya bernama Lariu dan ibunya Daria serta, pria tersebut langsung mengenal dan memeluk Lariu saat pertama kali bertemu.

Kini Hasman masih terbaring lemah di rumah ‘orang tuanya’ itu di RT 05, Desa Manurung, Kecamatan Sebatik.

Lariu menceritakan, tahun 2000 silam anaknya yang dibonceng sang paman mengalami kecelakaan tak jauh dari Kantor Bupati Nunukan, Jalan Sedadap, Kecamatan Nunukan Selatan.

“Mereka menabrak tumpukan batu. Dia kecelakaan jam tiga sore, meninggalnya jam sembilan malam di rumah sakit. Besoknya baru dikubur di depan Kantor Dinas pekerjaan Umum. Ada pekuburan di sana,” ujar Lariu.

Setelah 13 tahun di kubur, tiba-tiba Hasman muncul di Lahad Datu, Sabah, Malaysia persisnya di Kampung Paris. Salah seorang warga menemukan Hasman dalam keadaan bingung, saat maghrib. Tiba-tiba saja ia mengajak Hasman ke rumahnya.

Setelah membawa Hasman ke rumahnya, orang yang menemukan itu memanggil massa. Ia menjelaskan telah menemukan warga Filipina yang diduga Tentara Kesultanan Sulu yang sedang berkonflik dengan aparat di Sabah, Malaysia.

Saat massa sedang berkumpul dan hendak memukul Hasman, tiba-tiba seorang diantaranya bertanya padanya.

“Dia tanya, kamu orang apa? Dia menjawab saya orang Endrekang. Langsung dibilang oh jangan dipukul. Ada Pak Alias orang Endrekang. Nah dibawalah Alias ke sana lalu ditanya kamu orang apa? Endrekang Kaluppinni. Jadi dia bilang jangan pukul dulu saya punya keluarga ini,” ujar Lariu menceritakan.

Alias lalu membawa Hasman ke tempat kerabatnya di Batu Satu, Lahad Datu tepatnya di rumah Aco, keponakan Lariu.

Sebenarnya saat itu Hasman sudah mengingatkan untuk tidak memulangkannya ke Sebatik, karena tidak mungkin ada yang percaya jika ia hidup. Sebab semua keluarga sudah tahu jika yang bersangkutan telah meninggal 13 tahun lalu.

Aco yang penasaran lalu menelepon Lariu untuk memastikan, apakah benar anaknya sudah meninggal kecelakaan 13 tahun lalu?

“Jadi saya bilang ia betul dia sudah meninggal. Kemudian dia tanya ada berapa bersaudara?” ujarnya.
Aco kemudian menjemput Lariu untuk memastikan apakah benar, pria yang ditemuinya merupakan Hasman putranya?

“Jadi saya pergi sana, hari Kamis sampai di sana nginap satu malam. Sudah itu selesai sholat Jumat baru ke Kampung Paris. Sampai di sana ternyata dia ada di pinggir jalan sama itu temannya yang jumpa pertama,” ujarnya.

Sore itu, Lariu ‘pura-pura’ cuek untuk memastikan, apakah benar pria tersebut mengenalinya sebagai ayahnya?

“Aku jalan di depan yang punya mobil, pura-pura aku tidak lihat dia. Tapi dia langsung peluk eh bapakku datang. Kenapa bisa bapakku datang tiba-tiba?” ujarnya.
Untuk memastikan kembali benarkah pria tersebut Hasman, sang ayah lalu memeriksa bekas luka dikakinya.

“Saya lihat ada bekas luka dikakinya. Itu luka waktu saya bonceng dia sepeda. Saya yakin, inilah anak saya,” ujarnya.

Apa yang Dialami Hasman 13 Tahun di Kubur?

Seperti dilansir tribunnews Kaltim. Selasa 21/5/13.  Sebelum dijemput Lariu, ayahnya dari Lahad Datu, Sabah, Malaysia, pria yang mengaku bernama Hasman ini menyadari, orang tak mungkin percaya jika ia bangkit kembali setelah 13 tahun di kubur. Bahkan karena hal itu ia telah meminta agar orang tuanya di Pulau Sebatik tidak diberitahukan perihal kejadian aneh itu.

Lariu dan Hasman akhirnya bertemu. Hasman kini tinggal di rumah orang tuanya di RT 05, Desa Manurung, Kecamatan Sebatik.  Kepada Lariu ayahnya, Hasman menceritakan yang dialaminya selama berada di kubur.
“Memang sejak meninggal tahun 2000, dia cerita di alam kubur sudah merasakan penyiksaan seperti apa yang dibuat sebelum waktu meninggal. Jadi dia bilang siksaan-siksaan yang dia rasakan dalam kubur itu memang cukup parah,” ujarnya.
Sebelum meninggal, Hasman diakui sebagai anak yang nakal. Bahkan seringkali ia membuat orang tuanya menangis.
“Jadi setelah itu diperiksa oleh  yang pemeriksa di alam kubur, memang cukup disiksa dia. Jadi selesainya disiksa, ada jembatan disuruh menyeberang di situ. Pertama sampai ketiga jatuh, nanti keempat kalinya langsung ada yang memberitahukan kembali kau ke dunia. Belum sampai waktunya mau meninggal,” ujarnya.

Tiba-tiba Hasman sudah berada di atas makam.  “Waktu di atas kubur dia lama berfikir.  Kenapa aku bisa begini? Duduk seperti begini? Dilihat kain kafan yang dipakainya, rupanya aku sudah meninggal. Setelah duduk begitu, ada suatu wahyu seperti datang mengambilnya. Tiba-tiba dia sudah di Lahad Datu,” ujarnya