Sebuah pasar temapat warga  jual beli  makanan  di kota Myitkyina, provinsi Kachin, Sebelah utara Yangon. (AFP / File)

Yangon – Aparat Kepolisian Myanmar  telah menahan  dua orang yang terlibat penyerangan terhadap  sejumlah toko dan rumah milik warga Muslim di Kachin State. Kedua pelaku yang ditangkap ini dua duanya biksu .

Wilayah Kachin State sebenarnya didominasi warga penganut Kristen di Myanmar. Namun, tidak sedikit warga Muslim yang tinggal di wilayah ini. Sebagian warga penghuni wilayah tersebut memang dikenal berprofesi sebagai perajin batu giok dan anyaman.

“Kami menangkap dua orang di lokasi kejadian… dan sekarang kami masih menginterogasi mereka. Kami akan mendakwa mereka jika memang cukup bukti,” ujar seorang polisi Kachin State kepada AFP, Sabtu (4/5/2013).

Serangan ini terjadi pada Kamis (2/5) malam waktu setempat. Sejumlah saksi mata mengaku melihat segerombolan orang, termasuk sejumlah biksu, mendatangi lingkungan warga Muslim dan mulai melakukan penyerangan.

Seorang warga Muslim di Kachin, Moe Moe Lwin (46) menuturkan, sekitar 30 orang melempari batu ke arah toko dan rumah warga Muslim di wilayah tersebut.

“Kami tidak melakukan apapun kecuali melihat mereka menghancurkan toko kami… kami pergi untuk sementara. Kami sama sekali tidak tahu apakah harus melawan mereka,” ucapnya.

Sedangkan seorang warga penganut Buddha di wilayah yang sama, membenarkan adanya serangan terhadap sejumlah toko dan rumah warga Muslim tersebut. Namun lebih lanjut dia mengaku sangat terganggu dengan aksi segerombolan orang tersebut..

“Kami tidak ingin melihat lagi aksi kekerasan semacam ini. Kami mengecam aksi mereka,” tegas warga bernama Tin Soe ini.