tersangkaupal

Kepolisian Resor Bogor Kota, Jawa Barat, berhasil menangkap seorang ibu rumah tangga pelaku pengedar uang palsu senilai Rp1,2 triliun

Ibu 6 anak  bernama Um alias Nuriah ini berasal  dari  Kampung Legok Muncang, Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan Kota bogor, ditangkap petugas Reserese dan Kriminal Polsek Bogor Selatan dan Polres Bogor. karena  diduga terlibat dalam peredaran uang palsu dan melakukan penipuan dengan modus penggandaan uang.

“Jadi dia ini modusnya penggandaan uang,” kata Kasat Reskrim Polres Bogor Kota AKP Didik saat dikonfirmasii wartawan Selasa (30/4/2013).

Di rumahnya, Nuriyah bersama Eyang Aswong membuka jasa penggandaan uang. Para korban diminta untuk memberi uang yang hasilnya akan berkali-kali lipat setelah ditanam. Praktik ini diduga dilakukan sejak 2012.

Untuk meyakinkan para korban, Nuriyah memakai seragam Polri lengkap dengan tanda pangkat bintang dan tongkat komando. Selain dengan memakai seragam Polri, juga dia memakai seragam gubernur. Foto itu dipajang di rumah Nuriyah. Kini foto itu sudah disita polisi. Kelompok ini dibekuk pada akhir pekan lalu. Tapi Eyang Aswong masih buron.

“Korban ada yang sudah melapor, kerugian mencapai puluhan juta,” jelas Didik.

“Dari tangan tersangka kami menyita barang bukti satu koper uang palsu sebanyak 59.847 lembar pecahan mata uang asing dan rupiah, senilai Rp 1,2 triliun lebih,” kata Kapolres Bogor Kota Ajun Komisaris Besar Bahtiar Ujang Purnama, Selasa, 30 April 2013 di Makorwil Bogor.

Pinciannya: 27 lembar uang rupiah pecahan Rp 100 ribu, 50.549 lembar real Brasil, 7.000 lembar yuan Cina, 400 real Brasil, dan 15.300 dolar Singapura.

Bahtiar mengatakan aksi penipuan dan peredaran uang palsu dengan mata uang sejumlah negara di antaranya ini didasari laporan dari salah seorang korban bernama Makruri, 47 tahun, warga Tangerang. “Kami juga masih memburu suami tersangka berinisial IN, 47 tahun, dan tempat percetakan uang di wilayah Jakarta,” ujar dia.