Burm

Yangon, – Dalam laporanm terbarunya yang dirilis hari ini Human Rigthts Watch (HRW)  yang berbasis di New York  menuding Pemerintah Myanmar melancarkan “kampanye pemusnahan etnis” terhadap warga muslim Rohingya. Banyaknya kuburan massal warga Rohingya dan warga yang kehilangan tempat tinggal, merupakan bukti hal tersebut.

Human Rights Watch (HRW)  alias Organisasi HAM dunia  ini  melontarkan tudingan bahwa  Pemerintah Myanmar melancarkan kampanye pemusnahan etnis ( campaign of ethnic cleansing)   seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (22/4/2013).

Menurut HRW bahwa  warga Rohingya yang tidak diakui oleh pemerintah Myanmar, menghadapi berbagai bentuk kejahatan terhadap kemanusiaan termasuk pembunuhan, penindasan, deportasi dan pemindahan paksa.

Menurut HRW, pejabat-pejabat Myanmar, para tokoh masyarakat dan para biksu Buddha mengorganisir dan menghasut massa untuk melakukan serangan-serangan terhadap desa-desa muslim pada Oktober 2012 lalu di negara bagian Rakhine.

“Pemerintah Burma terlibat dalam kampanye pembersihan etnis terhadap Rohingya yang terus berlangsung hingga saat ini lewat pembatasan gerakan dan tidak diberikannya bantuan,” kata wakil direktur Asia HRW, Phil Robertson.

Menurut HRW, di Rakhine, lebih dari 125 ribu warga Rohingya dan muslim lainnya telah diusir paksa dari rumah-rumah mereka dan tidak mendapatkan akses ke bantuan kemanusiaan. Sedikitnya 180 orang tewas dalam rangkaian kekerasan sektarian antara warga Buddha dan muslim di Rakhine sejak Juni 2012. Namun kelompok-kelompok HAM meyakini, angka korban yang sebenarnya jauh lebih tinggi.

Menurut HRW, otoritas Myanmar juga menghancurkan masjid-masjid di Rakhine dan melakukan penangkapan massal. Bahkan menurut HRW, aparat keamanan Myanmar membela atau membantu warga Buddha yang menyerang komunitas mulim.

Dalam laporannya yang didasarkan pada wawancara lebih dari 100 orang, HRW menyatakan, pihaknya menemukan bukti adanya empat lokasi kuburan massal di Rakhine. Menurut HRW, otoritas Myanmar mencoba menyembunyikan bukti-bukti kejahatan terhadap warga Rohingya.