ramazan

Presiden Chechnya Ramzan Kadyrov

Ramzan Kadyrov, presiden Chechnya yang didukung Rusia itu menuduh AS terlibat dalam pemboman di Boston Marathon untuk membunuh Tamerlan Tsarnaev, 26 tahun yang lahir di Chechnya dan ditembak mati oleh polisi AS di Boston.
Presiden Chechnya mengecam keras AS yang mengaitkan pelaku utama peledakan di Boston Marathon yang merupakan warga negara Chechnya dan menyebut, hal itu tidak ada kaitannya dengan negaranya.

Ramzan Kadyrov, presiden Chechnya yang didukung Rusia itu menuduh AS terlibat dalam pemboman di Boston Marathon untuk membunuh Tamerlan Tsarnaev, 26 tahun yang lahir di Chechnya dan ditembak mati oleh polisi AS di Boston.

Kadyrov juga mengutuk pemboman di Boston dan kemudian menyangkal ideologi para tersangka peledakan dan tidak ada hubungannya dengan Chechnya.

“Kalian (AS) harus mencari akar kejahatan di Amerika,” katanya, “Peristiwa tragis terjadi di Boston, dan banyak orang tewas akibat aksi teroris.

“Sebelumnya kami menyatakan belasungkawa kepada penduduk kota dan kepada rakyat Amerika. Setiap upaya teroris untuk menghubungkannya dengan Chechnya adalah sia-sia. Mereka dibesarkan di Amerika Serikat, sudut pandang dan keyakinan mereka terbentuk di sana. Kalian (AS) harus mencari akar kejahatan mereka di Amerika. Terorisme harus diperangi di manapun, “tegasnya.

Sementara itu, Tsarnaev ayah pelaku ledakan di Rusia mengatakan, dia tidak bisa mempercayai jika anak-anaknya adalah tersangka bom. “Mereka tidak bisa melakukan itu. Tidak pernah, tidak pernah, “kata sang ayah.

Dan ibunda kedua tersangka bom Boston juga menyatakan soal keterlibatan dua anaknya dalam ledakan itu. Wanita bernama Zuibenat Tsnayeva ini meyakini kedua anaknya tersebut tidak bersalah.

“Sangat tidak mungkin, tidak mungkin, mereka berdua melakukan hal semacam ini,” ucap Zuibenat Tsnayeva dalam wawancara dengan Russian TV, Sabtu, 20/4/2013.

Zuibenat yakin bahwa kedua putranya, Tamerlan (26) dan Dzhokhar Tsarnaev (19), tidak pernah menyimpan rahasia darinya. Menurut Zuibenat, dirinya pasti tahu jika kedua putranya merencanakan sesuatu, termasuk rencana pengeboman di Boston. Maka dia sangat yakin kedua anaknya tidak bersalah.

Ketika ditanya kembali soal rekaman pengejaran kedua anaknya yang disiarkan di sejumlah televisi AS, Zuibenat menyebut semua itu rekayasa aparat setempat. “Saya yakin 100 persen bahwa ini semua adalah jebakan FBI,” ucapnya kepada Russia Today (RT).

“Kedua putra saya tidak bersalah dan tidak ada satu pun dari mereka yang pernah membicarakan hal ini kepada saya,” imbuh Zuibenat.

Sang ayah juga mengatakan bahwa ia telah menerima panggilan telepon dari anak-anaknya usasi ledakan Marathon, dan menyatakan mereka semuanya baik-baik saja.(IT)