Pargono  Riyadi ditetapkan sebagai tersangka pemerasan. Asep Hendro, Sudiarto, Rukimin alias Andreas dan Wawan dibebaskan

Pargonodigiringkeruangtahanan

Pargono Riyadi (baju putih/baju tahanan KPK)  usai menjalani pemeriksaan  dan langsung dijebloskan keruang tahanan KPK

Jakarta – Pengusaha otomotif Asep Hendro sempat diamankan KPK terkait kasus yang menjerat seorang pegawai pajak bernama Pargono Riyadi.

“Asep Hendro ini sudah mengaku melakukan pembayaran pajak sesuai yang ditentukan. Tapi diduga Pargono Riyadi ini memeras seolah-olah pembayaran pajak yang dilakukan Asep Hendro  atau perusahaan milik Asep Hendro  bermasalah sehingga harus membayar sesuatu,” kata Juru Bicara KPK, Johan Budi, di KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (10/4/2013).

KPK akhirnya mengumumkan status hukum pegawai Pajak, Pargono Riyadi. Ketua penyidik kantor wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Pusat itu ditetapkan sebagai tersangka pemerasan.

“Ditemukan adanya tindak pidana, KPK menetapkan Pargono Riyadi sebagai tersangka,” ujar Johan Budi, Rabu (10/4) malam.

Ketua Penyidik Pajak dari kantor Pajak Jakarta Pusat, Pargono Riyadi ditahan KPK. Tersangka pemerasan itu ditahan di rutan KPK yang ada di lantai 9 gedung lembaga antikorupsi itu.

Pargono digiring petugas KPK pukul 00.00, Kamis (11/4/2013), menuju mobil tahanan yang sudah menunggu di halaman KPK. Pargono memakai baju tahanan KPK warna putih.

Tak ada komentar terlontar dari mulut Pargono. Dia menutupi wajahnya dan berlalu saja, tidak mempedulikan pertanyaan dari wartawan.

“Ditahan di rutan KPK selama 20 hari ke depan untuk kepentingan penyidikan,” ujar Jubir KPK Johan Bud

Empat pihak swasta lain yang sempat ditangkap KPK pada Selasa (9/4), hari ini akan dibebaskan. Mereka adalah Asep Hendro, Sudiarto, Rukimin alias Andreas dan Wawan. Hingga saat ini keempatnya diketahui masih berada di KPK.