ahrs

Bengkel dan showroom AHRS yang beralamat di Jalan Tole Iskandar No 162, Depok Timur, Jawa barat.

Jakarta – Setelah  menangkap  pegawai pajak bernama Pragono Riyadi dan perantara penyuapan Rukimin Tjahyono di lorong stasiun Gambir  serta Pemilik PT AHRS Asep Hendro , Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelandang seorang yang diduga terkait kasus dugaan suap yang melibatkan pegawai pajak. Orang  ini merupakan pria keempat yang ditangkap  KPK  semalam.

Pada Rabu (10/4) sekitar jam 00:15 WIB, seorang pria yang terlihat mengenakan jaket kulit warna gelap tiba di kantor KPK, Jakarta. Dia Dibawa dengan menggunakan mobil Nissan X-Trail B 1700 RFV warna hitam.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, pria yang berhasil tertangkap di Bandung tersebut adalah Wawan, Manajer Asep Hendro Racing Sport (AHRS).

Wawan ditangkap karena diduga terkait dengan peristiwa pemberian sesuatu ke pegawai pajak bernama Pragono Riyadi oleh Rukimin Tjahyono di lorong stasiun Gambir, Jakarta.

Oleh karena itu, total sudah ada empat orang yang ditangkap KPK terkait dugaan korupsi yang ada kaitannya dengan pajak.

Sebelumnya, KPK menangkap tangan Pragono Riyadi dan Rukimin Tjahyono sedang melakukan tindak pidana korupsi di lorong stasiun kereta Gambir.

Bersama keduanya, ditemukan uang senilai ratusan juta dalam tas kresek. Uang tersebut diduga sebagai uang suap pengurusan pajak.

Kemudian, tim KPK juga menangkap seorang wajib pajak bernama Asep Hendro di rumah yang merangkap kantor di Jl. Tole Iskandar, Depok.

Menurut informasi yang berhasil diperoleh, Pragono Riyadi adalah seorang pegawai pajak bergolongan IV. Sedangkan, Andreas alias Rukimin Tjahyono diduga sebagai perantara. Sementara, Asep Hendro adalah seorang wajib pajak.

Berdasarkan hasil penelusuran, Asep Hendro adalah seorang mantan pembalap motor dan saat ini berstatus sebagai pemilik AHRS.