Sri Lanka Muslims Under Fire

Pada bulan lalu sekelompok biksu Buddha menyerang sebuah toko pakaian milik pengusaha muslim di Ibu Kota Colombo, Sri Lanka.

Peristiwa itu terekam kamera televisi dan sekumpulan massa menyerang sang juru kamera. Kejadian itu merupakan bentuk kampanye anti-muslim oleh kelompok umat nasionalis Buddha, seperti dilansir stasiun televisi ABC, Ahad (7/4).

Serangan bulan lalu itu makin meningkatkan ketegangan antar etnis di Sri Lanka setelah negeri itu mengalami perang saudara 25 tahun lalu antara pemerintah yang didominasi etnis Buddha Sinhala dengan kelompok Hindu Macan Tamil.

“Mereka berhenti menyerang kelompok Hindu Macan Tamil tanpa menuntaskan masalah. Kini mereka mulai menyerang kelompok muslim. Ini menunjukkan kaum minoritas semakin terancam,” kata politikus muslim Azad Salley.

Kampanye anti-muslim itu dipimpin oleh biksu Buddha dan mendapat banyak dukungan dari kaum muda melalui teori konspirasi dan menyebar lewat media sosial di Internet.

Pemimpin kelompok etnis Buddha yang kini memiliki populasi sekitar 75 persen dari 20 juta penduduk Sri Lanka merasa terancam dengan kehadiran sembilan persen kaum muslim.

Mereka mengatakan umat muslim menguasai lapangan bisnis di negeri itu dan meningkatkan kelompok fundamentalis Islam serta memperbanyak angka kelahiran yang menyingkirkan Sinhala.

Kelompok sukarelawan muslim yang tak ingin diketahui identitasnya mengaku telah mendokumentasikan 33 insiden serangan terhadap umat muslim sejak dua tahun lalu.
Serangan itu termasuk ke lima tempat ibadah, tempat bisnis, dan suguhan makanan babi terhadap mahasiswa pertanian muslim di sebuah kampus negeri (merdeka.com)