vacar-nyle

Vicar Mats-Ola Nylen merasa dikhianati oleh orang yang mengorganisir kamp

Ronneby- Sebuah kegiatan ABG  (Anak baru Gede) yang digelar di gereja Lutheran Swedia, namun  kegiatan ini  membuat shock para orang tua anak-anak yang ikut  dalam kegiatan tersebut lantaran putra-putrinya yang belum cukup umur mendapatkan  sertifikasi  sex alias ‘sertifikat bercinta’.

Awalnya para orang tidak  curiga dengan kegiatan kamp singkat bertajuk ‘cinta dan seksualitas’ itu. Kegiatan itu semula dikira hanya memberikan pendidikan reproduksi semata bagi para remaja.

Namun orang tua membelalakkan mata saat tahu para pemuda di Ronneby, Swedia, itu diberikan serifikan yang menyebut para remaja itu ‘memenuhi syarat untuk melakukan kegiatan seks’. Demikian dikutip dari AFP, Kamis (14/3/2013).

Menurut Vicar Mats-Ola Nylen dari pihak gereja, kegiatan tersebut diselenggarakan oleh seorang pria yang mengaku berasal dari Asosiasi untuk Pendidikan Seksualitas di Swedia (RFSU). Namun setelah diselidiki, ternyata pihak gereja menemukan pria tersebut sudah beberapa tahun tidak bekerja di organisasi itu.

Kecurigaan pihak gereja terhadap pria tersebut mencuat saat orang tua mulai melayangkan komplain terakit ‘sertifikat bercinta’ pada bocah-bocah yang dianggap masih belum siap melakukan hubungan seks. Orang tua semakin kesal dengan penggunaan frase ‘memberikan blow job kepada seseorang’.

Nylen kepada AFP mengatakan bahwa dirinya merasa dikhianati oleh pria yang mengenakan t-shirt RFSU pada acara yang berlangsung pada akhir pekan itu.

“Di bawah hukum Swedia Anda tidak memiliki hak untuk terlibat dalam kegiatan seksual sampai berumur 15 tahun,” kata Nylen.

Menurut Pelle Ullholm, kepala program RFSU, laki-laki yang memberikan kursus akhir pekan itu memang tidak lagi bekerja di RFSU. Namun beberapa kali pria itu diminta oleh jemaat dalam berbagai kesempatan untuk mengisi acara namun tidak ada pernah ada keluhan.

Sementara itu juru bicara untuk RFSU, Josefin Morge, mengatakan organisasi tersebut telah berhenti menggunakan sertifikat seks pada tahun 2007. Dia pun menegaskan bahwa RFSU telah menjadi bagian dari kampanye bahwa kegiatan seks tidak ditujukan kepada para remaja.

Seks tidak aman pada remaja bisa berimbas pada kehamilan tidak diinginkan. Tak hanya itu, kehamilan pada perempuan di bawah umur juga meningkatkan risiko kematian ibu dan anak. Secara kesehatan, idealnya umur minimal untuk hamil adalah 20 tahun karena pada saat itu organ reproduksi seorang perempuan sudah siap. (DT)