ma

Jakarta –  Bobrok sungguh bobrok  peradilan  di negei ini,  Kali ini penyebabnya adalah ulah hakim Dainuri yang sudah dipecat pada November 2011. Namun masih mengadili perkara di Mahkamah Syariah Tapaktuan, Aceh.

Komisi Yudisial (KY) mendesak Presiden  segera menerbitkan surat keputusan pemberhentian hakim Mahkamah Syarih Tapaktuan, NAD Dainuri, agar tidak terbuka peluang hakim bersangkutan menyidangkan perkara lagi.

“Terus terang. Kami sangat sesalkan, sebab hakim tersebut sudah dipecat oleh Majelis Kehormatan Hakim (MKH), 23 November 2011 lalu,” kata Juru bicara KY Asep Rahmat Fajar kepada para wartawan.

Dainuri dipecat,  22 November 2011,  karena  perbuatan mesum  dengan pihak yang berperkara. Namun, dia masih menjadi menjadi majelis hakim di Mahkamah Syariah Tapaktuan, Aceh, seperti terungkap dalam majalah Varia Peradilan halaman 120, edisi 326, Januari 2013.

“Tindakan hakim Dainuri telah melukai rasa keadilan publik. Hakim yang sudah jelas-jelas dinyatakan bersalah dan dipecat kok masih mengadili perkara,” kata Ketua Badan Pelaksana LBH Keadilan, Abdul Hamim Jauzie dalam siaran pers kepada wartawan, Senin (11/3/2013).

Dainuri antara lain mengadili perkara gugat-cerai dengan nomor 15/Pdt.G/2012/MSy-TTN yang diketok pada 26 Juni 2012, perkara 06/Pdt.G/2012/MSy-TTN yang putusannya diketok pada 14 Februari 2012 dan perkara 09/ Pdt.G/2012/MSy-TTN tentang Isbat Nikah yang diketok 21 Februari 2012.

“Ketua Mahkamah Syariah Tapaktuan adalah pihak yang harus bertanggungjawab. Hal ini dikarenakan, penentuan majelis hakim yang mengadili suatu perkara merupakan kewenangan ketua pengadilan. Jadi jika tidak ada penetapan ketua pengadilan, dipastikan hakim Dainuri tidak akan mengadili suatu perkara,” tegas Hamim.

Selain Ketua Mahkamah Syariah Tapaktuan, Mahkamah Agung (MA) dan Komisi Yudisial (KY) juga harus bertanggung jawab atas tindakan Dainuri tersebut.

“Kedua institusi itu seharusnya memantau pelaksanaan putusan pemecatan Dainuri yang dibuatnya melalui Majelis Kehormatan Hakim,” pungkas Hamim.

Dainuri dipecat pada 22 November 2011 karena terlibat perbuatan cabul dengan pihak yang berperkara. Akibatnya, hakim ini pun dipecat. Di depan MKH, Dainuri mengakui dirinya pernah bermesraan berkali-kali dengan Evi dengan cara menggosok-gosok punggung Evi di kamar mandi dan berpangkuan dalam keadaan telanjang di hotel yang disewa oleh Dainuri. (d,p)