pausbenediktus_xvi

VATIKAN– Pengunduran diri Paus Benedictus XVI pada akhir bulan  februari 2013 setelah hampir delapan tahun menjadi pemimpin tertinggi Gereja Katolik, membuat dunia gempar dan terkejut, termasuk˜ pembantu terdekatnya. Paus Benedictus mundur dengan alasan dirinya terlalu tua dan sakit-sakitan untuk tetap memimpin di usia 85 tahun.

Pengunduran diri pemimpin tertinggi Gereja Katolik ini  telah menimbulkan perdebatan panjang baik di dalam maupun di luar gereja. Namun pihak Gereja Vatikan mengaku terganggu oleh pemberitaan media yang menyebutkan kemunduran Paus dikaitkan adanya kasus korupsi dan juga skandal seks.

Belakangan pihak gereja telah melakukan bantahan atas serangkaian artikel di media, yang menyatakan kemunduran Paus karena jajarannya melakukan korupsi besar, pedofilia, serta skandal seks sesama jenis di gereja.

Pihak gereja di Vatikan membantah berita tak sedap yang mencuat di media atas kemunduran Paus Benediktus XVI. Bantahan serta kecaman kepada media yang memberitakan hal tersebut disampaikan mereka pada Sabtu waktu setempat.

Seperti dilansir dari Zeenews, seperti juga dikutip liputan.com Minggu (24/2), juru bicara Kepala Vatikan Pastor Federico Lombardi mengutarakan kecamannnya kepada pihak media yang menyebarkan informasi tak benar tentang Gereja.

Pastor Federico Lombardi mengakui jika pengunduran diri Paus, yang terjadi untuk pertama kalinya dalam kurun waktu 600 tahun memang telah menciptakan banyak perdebatan baik di dalam maupun di luar gereja.

Namun pihak gereja menjadi tak nyaman jika pengunduran diri Paus sebagaimana ditulis berbagai media dikaitkan dengan skandal korupsi besar, pedofilia, serta skandal seks. “Rumor dan gosip yang beredar itu tentu saja telah menodai kesucian gereja,” tegas Frederico Lombardi.

Sebuah surat kabar Italia memberitakan, sesaat sebelum pengunduran diri Paus, ia menerima berkas tentang beberapa pendeta yang terdaftar atas kasus pemerasan dan perbuatan asusila.

Lombardi sendiri sangat mengecam para media yang bertindak seperti pihak berwenang dan memberikan penilaian yang tidak diinginkan. Pengunduran diri Paus terhitung sejak Kamis 28 Februari, dan kemudian akan dipilih pemimpin baru untuk gereja. (HT)