Cair-Nihad-Awad-direktur

WASHINGTON : Komunitas Muslim Amerika dikejutkan sekaligus menyesalkan potongan film tentang “Yesus” yang tayang pada acara ‘Saturday Night Life’ di NBC, Rabu (20/2.2013) kemarin.

Sebab potongan film tersebut menampilkan sosok “Yesus” yang doyan kekerasan. Dalam film itu digambarkan Yesus yang hendak disalib mengambil senjata otomatis. Lalu ia gunakan senjata itu untuk menembaki tentara Roma yang mengepungnya. Pada satu adegan, ia memenggal kepala seorang pria.

Direktur Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR), Nihad Awad menilai karakter yang ditampilkan merupakan wujud kesalahpahaman. Menurutnya, ini jelas menyinggung umat Islam dan Kristen.

Nihad menyatakan pihaknya memahami karakter itu dimaksudkan untuk menarik gelak tawa penonton. “Tapi kami percaya ini bukanlah hal yang pantas untuk sosok yang dihormati umat Islam dan Kristen di seluruh dunia,” katanya, seperti dikutip onislam.net, Kamis (21/2/2013).

Menurut Nihad, CAIR sangat mendukung kebebasan berbicara. Namun kebebasan ini perlu dibarengi rasa hormat terhadap keyakinan pihak lain.

“Umat Islam menghormati “Yesus” sebagai salah satu Nabi. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa umat Islam menghormatinya,” terangnya. (SOL)