mak yati

Mak Yati dan suaminya Pak Maman bertemu dengan Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri di gedung Kementerian Sosial.

Jakarta  – Mak Yati menangis bahagia karena terharu di Gedung Kemensos, Jakarta, Senin (18/2),  Mak Yati dan suaminya Pak Maman bertemu dengan Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri di gedung Kementerian Sosial. Mensos melepas Mak Yati kembali ke kampung halamannya setelah rumah yang dijanjikan selesai dibangun.

Pemulung yang menabung selama tiga tahun untuk berkurban dua ekor kambing saat Idul Adha, mendapat rumah tipe 72 di Pasuruan, Jatim dari Menteri Sosial Salim Segaf Al Djufri.  Mak Yati  ingin bertani setelah pulang ke kampung halamannya di Pasuruan Jawa Timur.

“Mau bertani, memang tukang tani. Nguli dulu di tanah orang,” kata Mak Yati di Jakarta, Senin   .(18/2)

Mak Yati akan pulang dengan kereta api Bima yang berangkat dari Stasiun Gambir pada Senin (18/2) pukul 17.00 WIB.

Ia sempat menangis saat menyampaikan terima kasihnya. Ia mengaku malu karena sudah menyusahkan.

“Saya menangis bukan karena senang tapi sedih karena sudah menyusahkan semua,” ujar Mak Yati.

Rumah baru Mak Yati seluas 45 meter tersebut dibangun di atas tanah seluas 100 meter persegi di kampung halamannya di Kelurahan Kertosari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Pembangunan rumah tersebut berawal dari silaturahmi Mensos ke kediaman Mak Yati di kawasan Tebet Jakarta Selatan.

mensos silaturahmi

Silaturahmi Mensos Salim Segaf Al Jufri ke kediaman Mak Yati di kawasan Tebet Jakarta Selatan

Mensos mengapresiasi dan menghargai keteladanan yang diberikan Mak Yati, meskipun hanya sebagai pemulung tapi ikut berkurban dua ekor kambing yang diserahkan kepada pengurus Masjid Al Ijtihad di Kelurahan Tebet.

Niat mulia Mak Yati untuk berkurban baru berhasil terlaksana setelah menabung dan mengumpulkan penghasilan sebagai pemulung selama lebih dari tiga tahun.

Pada kunjungan Mensos tersebut, Mak Yati menceritakan harapannya untuk bisa menikmati masa tua di kampung halaman dan memiliki rumah sendiri.

Saat itu, Mensos menjanjikan akan memberikan dukungan sepenuhnya agar impian dan harapan Mak Yati tercapai.

Selain membangun rumah, Kementerian Sosial juga memberikan bantuan jatah hidup selama tiga bulan untuk Mak Yati sebesar Rp2,8 juta serta modal untuk memperbaiki hidup mereka.

“Kita doakan mudah-mudahan kembali selamat sampai ke tujuan. Kita tidak melepas begitu saja tapi juga kita berikan jatah hidup dan bantuan modal,” kata Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri.