anon
Jakarta-Penangkapan  Peretas  situs Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, http://www.presidensby.info   yang bernama Wildan Yani Anshari (22)   di sebuah warung internet (warnet) daerah Jember, Jawa Timur, Jumat (25/1/2013) minggu lalu. mendapat reaksi dari  kelompok hacker International terkemuka  yang  menamakan  Anonymous internasional menyatakan dukungan kepada Wildan dan menyatakan perang kepada pemerintah Indonesia dengan menumbangkan situs-situs berdomain ‘.go.id’.

Nama Anonymous identik dengan penggunaan topeng “V” yang berasal dari kata Vendetta yang artinya “Balas Dendam”. Sebelum Indonesia, Anonymous juga pernah menyatakan perang terhadap Pemerintah Amerika Serikat (AS) yang ketika itu berusaha menangkap Julian Assenge, pendiri Wikileaks, situs pembocor rahasia pemerintah AS.

Seperti diberitakan Kompas  30/1/2013 Rabu, Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Sutarman mengatakan, Wildan Yani Anshari (22), peretas (hacker) situs Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, http://www.presidensby.info melakukan peretasan terhadap situs itu sendirian. Nama Jemberhacker Team, terang Sutarman, hanyalah nama kelompok yang dibuat sendiri oleh Wildan tanpa ada anggota lain di dalamnya.

“Enggak ada timnya. Disebut ‘Jemberhacker team’ saja, tapi dia bermain sendri,” ujar Sutarman seusai Rapat Pimpinan Polri 2013, di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Rabu (30/1/2013).

Untuk diketahui, http://www.presidensby.info yang menjadi salah satu penyampai informasi dan berita tentang kegiatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada masyarakat sempat diretas oleh kelompok yang menamakan dirinya “Jemberhacker Team” pada 9 Januari 2013. Saat diretas, laman tersebut menampilkan latar belakang hitam dengan tulisan warna hijau di bagian atas “Hacked by MJL007”, sementara di bawahnya tertera sebuah logo dan tulisan “Jemberhacker Team” berwarna putih.

Ancaman dari Anonymous internasional bukan geretak sambal, satu-persatu situs-situs pemerintah bertumbangan dan dengan target utama kembali melumpuhkan situs Presiden SBY. Sejak Selasa malam sampai Rabu dini hari, tak kurang dari tujuh domain telah dilumpuhkan dan sebagian di-deface alias diganti tampilan berisi pesan peringatan. Situs-situs yang sudah dilumpuhkan antara lain beberapa sub domain di situs KPPU, BPS, KBRI Tashkent, Kemenkumham, Depsos, dan Kemenparekraf, bahkan Indonesia.go.id.  Hingga  jumat siang,  situs utama Polri di laman http://www.polri.go.id belum  bisa diakses hingga ke sub-domainnya sekalipun.

“Government of Indonesia, you cannot arrest an idea NO ARMY CAN STOP US #Anonymous #OpFreeWildan #FreeAnon,” demikian pernyataan di situs Twitter kelompok hacker tersebut, Selasa (30/1/2013). Kira-kira artinya, “Pemerintah Indonesia, anda tidak dapat membelenggu sebuah pemikiran. Tidak ada pasukan apapun yang dapat menghentikan kami.”

Mengenai Anonymous itu, menurut Sutarman, tidak ada kaitan langsung dengan Wildan. “Itu anonim, bukan temannya (Wildan),” katanya.

Selain situs resmi SBY, Wildan juga meretas situs http://www.polresgununggkidul.com, serta http://www.jatireja.network yang merupakan internet service provider (ISP). Situs presidensby.info, menggunakan ISP jatireja tersebut. Total ada 5320 situs yang telah di-hack pria berusian 22 tahun itu.